HOLOPIS.COM, JAKARTA – Asap karhutla dari Kalimantan terdeteksi menyebar ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. BMKG mengimbau warga waspadai 7 langkah penting ini.
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan terdeteksi melintasi Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.
Warga Ibu Kota diminta meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan, terutama jika kualitas udara di permukaan memburuk.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap tersebut melalui citra satelit Himawari 9 sejak Jumat (16/10/2026).
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, Jakarta sudah masuk wilayah sebaran asap sejak sekitar pukul 10.00 WIB.
Meski begitu, keberadaan asap di atmosfer tidak otomatis menandakan konsentrasi polutan yang dihirup masyarakat meningkat.
Pengukuran kualitas udara tetap diperlukan untuk mengetahui tingkat risiko sebenarnya.
“Oleh karena itu, langkah yang perlu dilakukan masyarakat sebaiknya bersifat antisipatif,” kata Guswanto dalam rilis yang diterima Holopis, Sabtu (17/10/2026).
Agar tidak lengah menghadapi potensi dampak asap karhutla, berikut tujuh langkah penting yang disarankan BMKG untuk warga Jakarta.
1. Pantau kualitas udara setiap hari
Masyarakat diminta rutin memeriksa indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) dan konsentrasi PM2.5 melalui informasi BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, atau aplikasi pemantau udara.
Data tersebut membantu warga menentukan langkah pencegahan sesuai kondisi aktual.
2. Kurangi aktivitas di luar ruangan



