HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kualitas udara Jakarta memburuk dalam 2-3 hari terakhir. Pramono Anung siagakan 367 fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan warga.
Udara Jakarta memburuk dalam 2–3 hari terakhir.
Bukan cuma bikin aktivitas di luar rumah terasa tak nyaman, kondisi ini juga memicu kesiagaan layanan kesehatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung meminta rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu bersiap menghadapi kemungkinan warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Total ada 367 fasilitas kesehatan yang disiagakan.
Langkah ini menjadi perhatian setelah indeks kualitas udara Jakarta sempat menembus angka 152 atau masuk kategori tidak sehat.
Artinya, warga perlu lebih waspada terhadap paparan polusi, terutama partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.
Pramono mengungkapkan, penurunan kualitas udara tersebut terjadi selama beberapa hari terakhir.
Karena itu, ia menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memastikan fasilitas pelayanan medis siap memberikan pertolongan kepada masyarakat.
“Memang sekarang ini dalam 2–3 hari ini kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk. Maka untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada jajaran Dinkes, terutama rumah sakit dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri,” kata Pramono, Jumat (16/10/2026).
Kesiagaan layanan kesehatan ini bukan tanpa alasan.
Pemprov DKI Jakarta memiliki 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu yang diminta memberikan pelayanan optimal kepada warga.
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan medis ketika masyarakat terdampak kondisi udara yang memburuk, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan.



