HOLOPIS.COM, JAKARTA – Katie Zacharia harus mengakhiri masa jabatannya sebagai sekretaris pers Gedung Putih hanya beberapa hari setelah ditunjuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penunjukannya yang mendadak diikuti penampilan perdana yang menuai kritik hingga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapannya menjalankan tugas tersebut.
Katie Zacharia diberhentikan pada Jumat (16/10), setelah menjalani masa jabatan yang berlangsung kurang dari sepekan. Sejumlah penasihat Trump menilai penampilan perdananya di ruang pengarahan Gedung Putih tidak berjalan baik.
Dalam pengarahan pertamanya pada Selasa (13/10), Zacharia hanya berbicara sekitar 14 menit dan menjawab pertanyaan dari tiga wartawan. Sebagian besar waktunya digunakan untuk menyampaikan pernyataan yang memuji pencapaian Trump dan pemerintahannya.
Penampilannya mendapat tanggapan negatif dari sejumlah pengamat dan pejabat internal Gedung Putih. Situasi semakin rumit ketika Zacharia menghadapi pertanyaan mengenai latar belakang hukumnya, termasuk tempat ia mengikuti ujian profesi pengacara.
Trump Sempat Memuji Penampilan Zacharia
Meski penampilan perdana Zacharia menuai kritik, Trump sempat memberikan respons positif. Menurut sumber yang mengetahui percakapan tersebut kepada CNN, Trump mengatakan Zacharia tampil baik ketika keduanya berada dalam penerbangan menuju Alaska, sekitar satu jam setelah pengarahan tersebut.
Namun, penilaian itu tidak bertahan lama. Tiga hari kemudian, Trump menyatakan telah menyarankan Zacharia untuk mempertimbangkan kembali posisinya.
“Saya berkata, ‘Apakah pekerjaan ini memang untuk Anda, Katie? Karena sejujurnya, Anda tidak membutuhkan pekerjaan ini,’” ujar Trump pada Jumat setelah memberhentikannya.
Trump juga menyebut Zacharia mendapat perlakuan tidak adil dari media. Meski demikian, ia mengakui kemungkinan posisi tersebut memang bukan pekerjaan yang tepat bagi Zacharia.
Sementara itu, keputusan Trump menunjuk Zacharia tidak melalui proses pencarian kandidat yang panjang. Sebelumnya, Gedung Putih belum menunjukkan urgensi untuk mengisi posisi tersebut setelah Karoline Leavitt meninggalkan jabatan sekretaris pers pada akhir musim panas.
Situasi berubah ketika Partai Republik menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections. Trump disebut mengeluhkan kepada para penasihatnya bahwa tidak ada sosok yang cukup aktif menyampaikan pesan pemerintahannya kepada publik.
Nama Zacharia kemudian muncul sebagai pilihan Trump. Ia dikenal sebagai komentator televisi kabel yang kerap membela presiden. Trump juga meminta masukan dari Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles dan Leavitt sebelum mengambil keputusan.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan proses pencarian sebelumnya sempat menghadapi kendala karena beberapa kandidat pernah menyampaikan kritik terhadap Trump. Hal itu membuat sejumlah nama yang semula dipertimbangkan akhirnya tersingkir.
Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung membantah spekulasi yang berkembang mengenai penunjukan dan pemberhentian Zacharia. Ia menyebut berbagai pemberitaan tersebut sebagai spekulasi dan fiksi.
“Faktanya, Katie telah mengambil pekerjaan yang sangat penting dan akan terus mendukung Presiden saat ia beralih ke peran baru. Ia adalah rekan tim yang luar biasa dan memiliki talenta hebat,” ujar Cheung dalam pernyataan kepada CNN.



