HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selain membuat udara terasa pekat, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga bisa langsung mengganggu mata. Mata yang terasa perih, panas, berair atau seperti kemasukan sesuatu dapat menjadi tanda bahwa mata sedang mengalami iritasi akibat paparan asap.
Asap kebakaran mengandung campuran gas dan partikel halus yang dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan hingga paru-paru. Keluhan pada mata bahkan dapat muncul dalam waktu singkat setelah seseorang terpapar.
1. Kenapa Asap Karhutla Bikin Mata Perih?
Ketika udara dipenuhi asap, partikel-partikel yang terbawa di dalamnya dapat mengenai permukaan mata. Kondisi tersebut bisa menyebabkan mata terasa menyengat, panas, berair atau merah.
WHO memasukkan iritasi mata sebagai salah satu dampak kesehatan jangka pendek dari paparan asap kebakaran. Keluhan lain yang dapat muncul bersamaan antara lain iritasi saluran pernapasan, batuk, mengi dan sesak napas.
Itulah sebabnya mata bisa terasa tidak nyaman meskipun seseorang tidak berada tepat di dekat titik kebakaran. Asap kebakaran dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah yang cukup jauh dari lokasi api.
2. Jangan Langsung Mengucek Mata
Saat mata terasa gatal atau seperti kemasukan sesuatu, menguceknya mungkin terasa seperti cara paling cepat untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Namun, sebaiknya kebiasaan tersebut dihindari.
Alih-alih mengucek, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dan berpindah ke tempat dengan udara yang lebih bersih. Jika mata terkena partikel atau abu, mata dapat dibilas dengan air bersih untuk membantu membersihkan paparan.
Yang tidak kalah penting, jangan terus berada di lingkungan yang penuh asap hanya karena rasa perih dianggap sebagai keluhan ringan.
3. Kurangi Aktivitas di Luar Saat Asap Pekat
Jika asap sedang tebal, mengurangi waktu berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah utama untuk melindungi kesehatan.
WHO menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi asap berat dan sebisa mungkin berada di tempat dengan udara yang lebih bersih. Pintu dan jendela juga sebaiknya ditutup ketika asap dari luar sedang tinggi, selama kondisi tersebut aman dan tidak ada perintah evakuasi.
Bagi orang yang tetap harus keluar rumah, penggunaan masker yang terpasang dengan baik seperti N95 atau FFP2 dapat membantu mengurangi paparan partikel asap.
4. Mata Perih Bisa Disertai Keluhan Lain
Iritasi akibat asap tidak selalu hanya menyerang mata. Paparan yang sama juga dapat membuat hidung dan tenggorokan terasa tidak nyaman, memicu batuk, mengi atau membuat seseorang kesulitan bernapas.
Karena itu, mata perih yang muncul bersamaan dengan gangguan pernapasan perlu lebih diperhatikan. Terlebih jika orang tersebut memiliki asma, penyakit paru atau kondisi kesehatan lain yang membuatnya lebih rentan terhadap asap.
5. Kapan Mata Perlu Diperiksakan?
Mata yang terasa perih akibat asap umumnya perlu ditangani dengan mengurangi paparan. Namun, jangan abaikan keluhan jika kondisinya berat atau tidak kunjung membaik.
WHO menyarankan mencari bantuan medis apabila mengalami mata terasa terbakar, kesulitan bernapas atau iritasi kulit setelah terpapar asap. Pertolongan medis juga diperlukan jika muncul gejala berat seperti gangguan pernapasan yang parah atau nyeri dada.
Jadi, kalau mata mulai perih ketika udara dipenuhi asap karhutla, jangan cuma ditahan atau terus dikucek. Kurangi paparan terlebih dahulu dan perhatikan apakah muncul gejala lain yang membutuhkan pemeriksaan medis.



