Asap Karhutla Bikin Tenggorokan Gatal dan Batuk, Ini yang Terjadi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Berada di tengah udara yang dipenuhi asap karhutla bisa membuat tenggorokan tiba-tiba terasa gatal, kering hingga memicu batuk. Keluhan tersebut bukan sekadar karena udara terasa tidak nyaman, tetapi dapat menjadi tanda saluran pernapasan sedang mengalami iritasi.

Asap kebakaran merupakan campuran gas dan partikel halus dari material yang terbakar. Ketika terhirup, kandungan tersebut dapat mengiritasi hidung, tenggorokan dan paru-paru.

1. Asap Bisa Mengiritasi Tenggorokan

Tenggorokan menjadi salah satu bagian pertama yang dilewati udara ketika seseorang bernapas. Ketika udara mengandung banyak partikel dari asap, jaringan di saluran pernapasan dapat mengalami iritasi.

CDC mencatat tenggorokan terasa gatal atau kasar, batuk, hidung berair dan iritasi sinus sebagai sejumlah keluhan yang dapat muncul setelah menghirup asap kebakaran.

Karena itu, rasa gatal atau kering di tenggorokan yang muncul ketika udara sedang berasap memang bisa berkaitan dengan paparan tersebut.

2. Batuk Merupakan Respons Saluran Pernapasan

Batuk dapat muncul ketika saluran pernapasan mengalami iritasi. Tubuh pada dasarnya sedang merespons sesuatu yang mengganggu saluran napas.

Paparan asap juga dapat menyebabkan mengi atau membuat seseorang kesulitan bernapas. Pada orang yang memiliki asma, asap bahkan dapat memicu serangan asma.

Jadi, batuk yang muncul saat udara sedang dipenuhi asap tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami infeksi. Paparan asap itu sendiri dapat menimbulkan gejala pernapasan.

3. Jangan Abaikan Batuk yang Disertai Sesak

Batuk ringan setelah terpapar asap perlu dipantau, terutama jika seseorang masih terus berada di lingkungan yang berasap. Namun, perhatian lebih perlu diberikan apabila batuk disertai sesak, mengi atau nyeri dada.

WHO menyebut paparan asap kebakaran dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan hingga gejala yang lebih serius, termasuk sesak napas, mengi dan nyeri dada.

Jika keluhan tersebut muncul atau semakin berat, sebaiknya segera menjauh dari paparan dan mencari pertolongan medis.

4. Kurangi Aktivitas di Luar Saat Asap Pekat

Cara paling efektif untuk mengurangi keluhan akibat asap adalah mengurangi paparannya. Ketika kualitas udara sedang buruk, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan dan mencari tempat dengan udara yang lebih bersih.

Bagi orang yang harus tetap beraktivitas di luar, penggunaan respirator seperti N95 yang terpasang rapat dapat membantu mengurangi paparan partikel asap. Masker biasa yang tidak dirancang untuk menyaring partikel halus tidak memberikan perlindungan yang sama.

5. Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada

Asap karhutla bisa berdampak pada siapa saja, tetapi risikonya lebih besar bagi anak-anak, lansia, ibu hamil serta orang yang memiliki penyakit kronis seperti asma, PPOK dan penyakit jantung.

Jika batuk dan tenggorokan gatal terus muncul setelah paparan asap, apalagi disertai gangguan bernapas, jangan menganggapnya sebagai keluhan biasa. Mengurangi paparan dan memantau kondisi tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah gejala berkembang menjadi lebih berat.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU