Sudah Jalan Setahun, MBG Terbukti Turunkan Stunting? Ini Penjelasan Menkes Budi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sudah setahun berjalan, MBG jadi sorotan terkait stunting. Menkes Budi memberi penjelasan terbaru soal program dan dampaknya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan lebih dari setahun, tapi efektivitasnya dalam menurunkan angka stunting masih belum benar-benar terlihat di lapangan.

Pemerintah mengakui, hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan penurunan stunting secara langsung akibat program tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dampak program gizi seperti MBG memang tidak bisa diukur dalam waktu singkat.

Menurutnya, perubahan status gizi masyarakat, terutama terkait stunting, membutuhkan proses panjang dan dipengaruhi banyak faktor.

“Kalau program ini berjalan baik ke depan, dampaknya akan terasa ke penurunan beban kesehatan,” ujar Budi di Jakarta, Senin (22/6/2026).

- Advertisement -

Namun, ia menyoroti bahwa kelompok paling penting dalam pencegahan stunting bukan hanya anak sekolah, melainkan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Menurutnya, fase inilah yang paling menentukan kualitas tumbuh kembang anak sejak awal.

Budi bahkan mengaku sudah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat perhatian pada kelompok tersebut.

Ia menilai, kekurangan gizi sejak masa kehamilan menjadi pemicu utama berbagai masalah kesehatan anak di kemudian hari.

“Kalau sejak hamil sudah kurang gizi, dampaknya panjang. Jadi harus benar-benar dijaga,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah data daerah menunjukkan bahwa penurunan stunting belum konsisten. Di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, angka stunting tercatat sempat turun pada 2025, tetapi kembali meningkat di awal 2026.

Data Dinas Kesehatan setempat mencatat, prevalensi stunting berada di 21,48 persen pada 2024, turun menjadi 20,50 persen pada 2025, lalu naik lagi ke 21,82 persen pada triwulan pertama 2026.

Kondisi ini membuat efektivitas MBG kembali menjadi sorotan. Pasalnya, program tersebut digadang-gadang sebagai salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan angka stunting nasional yang masih berada di atas 20 persen di beberapa daerah.

Budi tidak menutup mata bahwa evaluasi masih terus dilakukan. Pemerintah saat ini sedang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai kementerian untuk melihat sejauh mana dampak program tersebut terhadap status gizi masyarakat.

Proses tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hasilnya akan menjadi dasar untuk menilai apakah program sudah berjalan sesuai target atau perlu penyesuaian.

“Sedang kami lihat datanya bersama-sama. Ini penting supaya kebijakan ke depan benar-benar berbasis bukti,” kata Budi.

Ia juga menekankan bahwa intervensi gizi paling efektif justru terjadi pada periode emas kehidupan anak, yakni sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang.

“Yang paling penting itu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kalau di fase itu sudah bagus, hasilnya akan jauh lebih baik,” jelasnya.

Meski MBG difokuskan pada anak usia sekolah, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan program tersebut benar-benar berdampak pada penurunan stunting secara menyeluruh. Beberapa pihak menilai, perlu perluasan fokus agar lebih tepat sasaran.

Hingga kini, belum ada data final yang menunjukkan MBG secara langsung mampu menurunkan angka stunting secara nasional. Pemerintah masih menunggu hasil evaluasi lengkap sebelum menyimpulkan efektivitas program tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU