Viral Implan Payudara Bekas Dijual Mulai Rp 6 Jutaan, Netizen Heboh

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Viral implan payudara bekas dijual mulai Rp6 jutaan di Rusia. Fenomena ini memicu kehebohan netizen, sementara dokter mengingatkan risikonya bagi kesehatan.

Fenomena penjualan implan payudara bekas di Rusia mendadak menjadi sorotan publik setelah iklan-iklannya ramai beredar di platform jual beli daring dan viral di media sosial.

Harga yang ditawarkan mulai sekitar Rp6 jutaan, jauh lebih murah dibandingkan harga baru yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Mengutip laporan Oddity Central yang mengutip kanal Telegram BAZA, semakin banyak perempuan di Rusia menjual implan silikon yang telah dilepas dari tubuh mereka.

Tren tersebut muncul di tengah menurunnya minat masyarakat terhadap operasi pembesaran payudara.

Sebagai gambaran, implan merek Mentor yang sebelumnya dijual sekitar 140 ribu rubel atau setara Rp32 juta ditawarkan kembali sekitar 35 ribu rubel atau sekitar Rp8 juta.

- Advertisement -

Sementara implan Motiva yang harga barunya sekitar 200 ribu rubel atau Rp46 juta dijual kembali sekitar 30 ribu rubel atau sekitar Rp6,9 juta.

Para penjual mengaku memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang memilih melepas implan setelah melahirkan, ada yang merasa tidak lagi nyaman menggunakannya, hingga mengalami keluhan fisik seperti nyeri.

Sebagian lainnya berharap bisa mendapatkan kembali sebagian biaya operasi yang pernah dikeluarkan.

Fenomena ini juga dikaitkan dengan kondisi ekonomi Rusia yang sedang mengalami tekanan. Menjual barang yang masih memiliki nilai ekonomi dianggap menjadi salah satu cara masyarakat memperoleh tambahan pemasukan.

Ramainya pemberitaan tersebut langsung memancing beragam komentar warganet. Banyak netizen mengaku tidak menyangka implan payudara bekas bisa diperjualbelikan layaknya barang bekas lainnya.

“Baru tahu kalau implan bisa dijual lagi. Kirain langsung dimusnahkan setelah dilepas,” tulis salah seorang netizen.

Netizen lainnya mempertanyakan keamanan penggunaan implan bekas. “Harganya memang jauh lebih murah, tapi risikonya terlalu besar buat kesehatan,” komentar pengguna media sosial lainnya.

Ada pula yang menyoroti alasan ekonomi di balik fenomena tersebut. “Kalau memang karena kebutuhan ekonomi, kondisinya pasti sudah cukup sulit sampai implan bekas pun dijual,” tulis netizen lainnya.

Di tengah kehebohan tersebut, para ahli bedah plastik mengingatkan bahwa implan payudara bekas tidak aman untuk digunakan kembali.

Setelah diangkat dari tubuh seseorang, implan masih menyisakan biomaterial yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya meski telah melalui proses sterilisasi.

Menurut kalangan medis, penggunaan kembali implan bekas berpotensi memicu penolakan oleh sistem kekebalan tubuh, infeksi, kerusakan jaringan (nekrosis), hingga komplikasi serius lainnya.

Karena alasan tersebut, sebagian besar dokter bedah plastik tidak akan memasang kembali implan yang sebelumnya telah digunakan orang lain.

Penggunaan implan baru tetap menjadi standar medis untuk menjaga keamanan dan meminimalkan risiko bagi pasien.

Fenomena ini pun menjadi pengingat bahwa harga murah tidak selalu sebanding dengan tingkat keamanan.

Para ahli mengimbau masyarakat agar tidak tergiur membeli implan bekas karena risiko kesehatannya jauh lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi yang diperoleh.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU