HOLOPIS.COM, JAKARTA – Insiden penembakan mengguncang sebuah Islamic Center di wilayah San Diego, Amerika Serikat, pada Senin (18/5/2026) waktu setempat. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas dalam kejadian berdarah tersebut, termasuk dua orang yang diduga sebagai pelaku penembakan.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui motif di balik serangan tersebut.
Dalam konferensi pers, Scott Wahl mengungkapkan bahwa salah satu korban meninggal merupakan petugas keamanan setempat yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
“Informasi awal menunjukkan kedua tersangka kemungkinan tewas karena bunuh diri,” kata Scott Wahl dalam keterangannya.
Dilansir Holopis.com dari laporan The New York Times, petugas keamanan itu tewas setelah terkena tembakan saat mencoba mengendalikan situasi di area Islamic Center.
Polisi menyebut dua tersangka pelaku berusia 17 dan 19 tahun. Hingga kini, aparat masih menyelidiki bagaimana keduanya bisa masuk ke area pusat kegiatan keagamaan tersebut sambil membawa senjata.
Insiden ini langsung memicu kepanikan besar di sekitar lokasi. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar rentetan suara tembakan sebelum aparat keamanan datang dan mengevakuasi korban.
Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam dengan banyak kendaraan polisi dan ambulans memenuhi kawasan Islamic Center San Diego.
Pihak berwenang belum memastikan apakah penembakan ini terkait aksi kebencian, teror, atau motif pribadi. Namun kepolisian memastikan situasi saat ini telah berhasil dikendalikan dan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat sekitar.
Peristiwa ini kembali memicu perdebatan publik di Amerika Serikat terkait keamanan tempat ibadah dan kepemilikan senjata api yang selama ini menjadi isu sensitif di negara tersebut.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih mengumpulkan bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap insiden penembakan yang mengejutkan warga San Diego itu.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...