Karhutla Tembus 1,92 Juta Hektare, SPI Desak Penanganan Adil dan Perlindungan Hak Tanah Petani

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Data satelit Nusantara Atlas mencatat akumulasi luas lahan terbakar telah mencapai 1,92 juta hektare hingga akhir September 2026—melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding posisi akhir Agustus 2026.

Serikat Petani Indonesia (SPI) menyoroti bahwa dampak karhutla tidak hanya melumpuhkan ekosistem lingkungan, tetapi juga menghancurkan lahan pertanian, merusak tanaman produktif, melumpuhkan aktivitas sosial-ekonomi, hingga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, menegaskan bahwa penanganan karhutla wajib menempatkan keselamatan rakyat dan pemulihan penghidupan petani sebagai prioritas utama.

“Penanganan karhutla harus menempatkan keselamatan rakyat dan perlindungan penghidupan petani sebagai prioritas. Solidaritas bagi petani terdampak perlu diperkuat, sekaligus memastikan penanganan bencana tidak dijadikan alasan untuk mengambil alih tanah rakyat,” tegas Henry Saragih dalam rilis resmi SPI, Rabu (21/10/2026).

Potret Dampak Karhutla di 7 Provinsi

Laporan yang dihimpun pengurus wilayah SPI mencatat sebaran dampak karhutla di tujuh provinsi dengan kondisi ekologis beragam. Pertama di Kalimantan Barat. Ketua SPI Kalbar Zulkarnaen Jais melaporkan pada 20 Oktober 2026, titik api yang berasal dari konsesi perkebunan kelapa sawit, HTI, dan tambang merambat ke lahan milik warga di Kabupaten Melawi. Kebakaran menghanguskan 629 ha di Laman Bukit (30 ha sawit/karet petani terbakar & sekolah diliburkan), 405 ha di Batu Nanta, dan 230 ha di Tekaban (80 ha tanaman petani terbakar).

Kemudian di Kalimantan Selatan. Ketua SPI Kalsel Dwi Putra mencatat selama Januari–September 2026 terdeteksi 11.208 hotspot di 13 kabupaten/kota dengan perkiraan luas area terbakar mencapai 64.155,8 hektare.

Lalu di Maluku Utara. Ketua SPI Malut Ali Akbar melaporkan kebakaran seluas 3.314 hektare (data JPIK) atau 302 hektare (data pemda per September). Di Desa Lalonga, Halmahera Utara, api menghanguskan tanaman kelapa, pala, dan cengkih milik warga.

Selanjutnya di Sulawesi Tengah. Ketua SPI Sulteng Suryadi mengutip data BPBD bahwa terjadi 231 kejadian karhutla yang membakar 1.838,88 hektare di 12 kabupaten/kota. Kabut asap sempat mengganggu penerbangan bandara, serta merembet ke permukiman dan fasilitas umum di Kabupaten Poso.

Untuk di Jambi, sekretaris SPI Jambi Agung telah melaporkan kebakaran berulang di kawasan gambut Simpang Datuk (Tanjung Jabung Timur) seluas 2.000 ha, serta di Muara Jambi dan Tebo (wilayah konflik agraria). Di Merangin, diperkirakan 5.000 ha lahan terbakar. DPC SPI Tebo bahkan membentuk Tim Peduli Api mandiri untuk patroli 24 jam.

Sementara di Sumatra Selatan, ketua SPI Sumsel Arif pun mencatat kebakaran di Ogan Ilir (Basis Rengas 25 ha, Lubuk Bandung 8 ha) akibat perambatan api dari aktivitas pembakaran panen tebu PTPN VII Cinta Manis. Di OKI (Tulung Selapan dan Lebung Hitam), Rohman (Majelis Nasional Petani SPI) menyebut ada indikasi pembukaan lahan dengan cara membakar oleh perusahaan. Saat ini Polda Sumsel tengah menyelidiki 3 dari 16 perusahaan yang disorot.

Lantas di Papua Tengah, ketua SPI Papua Tengah Stefen Tebai melaporkan karhutla periode El Niño (Agustus–September 2026) membakar tanah ulayat dan ladang masyarakat adat di Dogiyai (72 hotspot, 561 ha), Paniai (54 hotspot, 687 ha), dan Nabire (61 hotspot, 189 ha). Kerusakan tanaman ubi, pisang, kopi, dan sayuran mengakibatkan lonjakan harga pangan di pasar Nabire.

“Berbagai laporan dari petani SPI yang terdampak langsung karhutla tersebut menunjukkan bahwa karhutla menimbulkan persoalan yang saling berkaitan, yaitu kerusakan lingkungan, hilangnya tanaman produktif, ancaman kesehatan, terganggunya pendidikan dan kegiatan ekonomi, serta konflik terkait penguasaan dan penggunaan tanah,” jelas Henry.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU