Hari Santri 2026, Menag : Sejarah Catat Tinta Emas Peran Dunia Pesantren Bela Bangsa

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar merefleksikan Hari Santri sebagai bagian dari agenda menunjang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam peringatan hari santri nasional dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Prof Nasaruddin mengatakan, bahwa penguatan pesantren menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas peran lembaga pendidikan Islam tersebut sekaligus mempersiapkan santri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa ketika kedaulatan bangsa terancam, seruan perlawanan sangat dahsyat lahir dari dinding-dinding pesantren, digelorakan oleh kaum sarungan, dan dihidupi oleh jiwa para santri,” kata Nasaruddin.

Menurut dia, semangat perjuangan para ulama dan santri pada masa kemerdekaan harus terus dilanjutkan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi dalam pembangunan nasional.

“Tugas kita, melanjutkan perjuangan para kyai dan pahlawan bangsa melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujarnya.

Nasaruddin menjelaskan, penguatan ekosistem pendidikan pesantren juga menjadi langkah penting untuk memastikan santri memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang dan berdaya.

Upaya tersebut diperkuat melalui terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 yang menandai pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kemenag.

Menurut Nasaruddin, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bentuk pengakuan dan dukungan negara terhadap keberadaan pesantren. Kehadiran direktorat jenderal tersebut diharapkan memperkuat pelembagaan kebijakan pemerintah dalam memfasilitasi perkembangan pesantren dan santri.

Hari Santri dan Sejarah Resolusi Jihad

Peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober ditetapkan sejak 2015 untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tanggal tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi itu menjadi seruan penting bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan melawan upaya penjajahan kembali.

Semangat perjuangan tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU