Buka Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Ajak ASN Ngaji Bandongan

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar Ngaji Bandongan Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya melestarikan tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperkuat nilai adab dan akhlak di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat.

Puluhan ASN Pemprov Jateng, akademisi, serta aktivis organisasi masyarakat mengikuti pengajian kitab karya KH Muhammad Hasyim Asy’ari tersebut. Kajian dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, KH Ubaidullah Shodaqoh.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, tradisi Ngaji Bandongan tidak hanya diperuntukkan bagi santri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum. Melalui metode ini, masyarakat dapat belajar langsung dari ulama untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus membangun akhlak.

Menurut Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, kajian Adabul ‘Alim wal Muta’allim relevan dengan berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Nilai-nilai adab, khususnya dalam hubungan antara murid dan guru, perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Lebih lanjut, Gus Yasin menilai pembelajaran agama tidak cukup berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Penghormatan terhadap ulama, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, serta penerapan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat menjadi nilai yang perlu terus dijaga.

Karena itu, pengajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial untuk memperingati Hari Santri Nasional. Tradisi tersebut perlu dilanjutkan agar nilai-nilai yang dipelajari dapat dipahami secara mendalam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim yang berjumlah 110 halaman tidak mungkin diselesaikan pada hari ini saja. Maka memang ilmu itu harus berkesinambungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Senin (19/10/2026).

Gus Yasin berharap kajian kitab tersebut dapat dilanjutkan di masjid milik Pemprov Jateng dengan melibatkan takmir masjid dan pihak terkait.

Ia juga berharap kegiatan mengaji dapat menjadi ruang pembinaan spiritual bagi ASN dan masyarakat. Penguatan nilai keagamaan dan akhlak diharapkan berjalan seiring dengan komitmen aparatur pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ngaji Bandongan, Tradisi Pesantren yang Terus Dijaga

Ngaji Bandongan merupakan metode pembelajaran khas pesantren yang berpusat pada seorang guru atau kiai. Dalam metode ini, guru membacakan kitab, menerjemahkan atau mengartikan teks, kemudian menjelaskan kandungannya kepada para peserta pengajian.

Metode tersebut menjadi salah satu tradisi pembelajaran yang menjaga kesinambungan ilmu dari ulama kepada santri dan masyarakat.

Melalui kegiatan yang melibatkan ASN, akademisi, dan aktivis organisasi masyarakat, Pemprov Jateng turut membuka ruang bagi tradisi keilmuan pesantren untuk menjangkau kalangan yang lebih luas.

Pemilihan kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim juga menempatkan pembahasan adab dan akhlak sebagai salah satu fokus dalam pembukaan rangkaian Hari Santri Nasional tingkat Jawa Tengah tahun ini.

Peringatan Hari Santri 2026 di Jateng Berlangsung Sepekan

Selain Ngaji Bandongan, Pemprov Jateng menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026. Rangkaian acara berlangsung pada 15–22 Oktober 2026 dengan melibatkan pondok pesantren, satuan pendidikan, dan masyarakat.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU