Petani NasDem Siapkan Tiga Program Strategis, dari Demplot Pertanian hingga Kampung Nelayan

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petani NasDem menetapkan tiga program strategis untuk periode kepengurusan 2026–2029, mulai dari pembangunan demplot pertanian terintegrasi, pemberdayaan kampung nelayan, hingga pengembangan perhutanan sosial.

Ketua DPP Petani NasDem, Arif, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan sekaligus menyelaraskan gerakan perubahan Partai NasDem dengan agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Di luar sana banyak yang mencoba membenturkan gerakan perubahan dengan Asta Cita. Hari ini di hadapan Bapak (Surya Paloh), saya tegaskan tidak ada yang perlu dibenturkan. DPP Petani NasDem adalah wadah untuk menyatukan gerakan perubahan NasDem menuju Asta Cita pemerintahan Prabowo,” tegas Arif.

Arif, yang juga anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, menyampaikan bahwa ketiga program tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Fokusnya adalah mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat.

Program pertama adalah pembangunan demplot atau lahan percontohan pertanian terintegrasi seluas dua hektare di setiap provinsi.

Program ini akan diarahkan untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah, memperluas akses pasar, serta membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Arif mencontohkan pengembangan kopi di Aceh, kakao di Sulawesi Barat, rumput laut di Nusa Tenggara Barat, serta padi organik di Jawa. Hasil produksi pertanian juga ditargetkan dapat memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar ekspor.

Program kedua adalah pemberdayaan Kampung Nelayan Merah Putih serta pengembangan budidaya ikan lele dan nila.

Dalam program ini, Petani NasDem akan mendorong penguatan fasilitas pendukung kegiatan nelayan, mulai dari dermaga, tempat penyimpanan dingin (cold storage), pabrik es, hingga ketersediaan bahan bakar solar. Pembentukan koperasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan ekonomi masyarakat nelayan.

Adapun program ketiga berfokus pada pengembangan perhutanan sosial dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).

Program tersebut diarahkan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.

Arif menegaskan, ketiga program itu disusun untuk menghubungkan potensi pertanian, perikanan, dan kehutanan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dari gunung, dari sawah, dari pesisir sampai ke kelautan, semuanya kalau kita muliakan, rakyat pasti berdaya. Petani berdaya, nelayan berdaya,” tegasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU