Hari Jantung Sedunia 2026, Indonesia Masih Defisit 5.162 Dokter Spesialis Jantung

0 Shares

Beban tersebut juga tercermin dari pembiayaan kesehatan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan yang tercantum dalam Profil Kesehatan Indonesia 2024, penyakit jantung menjadi penyakit dengan beban pembiayaan terbesar pada 2024, yakni mencapai Rp19,4 triliun.

Melihat kondisi tersebut, kampanye “Don’t Miss a Beat” memiliki makna yang lebih luas bagi Indonesia. Masyarakat didorong untuk tidak melewatkan tanda dan gejala penyakit jantung serta mengambil langkah untuk menjaga kesehatannya. Pada saat yang sama, penguatan sistem kesehatan diperlukan agar ketika masyarakat mencari pertolongan, mereka dapat memperoleh layanan jantung yang sesuai tanpa terkendala keterbatasan tenaga spesialis.

Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 akhirnya tidak hanya berbicara tentang bagaimana seseorang menjaga kesehatan jantungnya. Momentum ini juga menjadi ruang untuk melihat apakah setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan ketika jantung mulai menunjukkan masalah.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU