Chanee Kalaweit Soroti Penanganan Karhutla, Desak Restorasi Gambut dan Deteksi Dini

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Ia mengamati terdapat banyak badan yang menangani kebakaran, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, hingga pemadam kebakaran. Namun, menurutnya, banyaknya lembaga yang terlibat belum tentu menjamin koordinasi yang efektif di lapangan.

“Dan satu hal yang saya menyadari tahun ini dengan adanya kegiatan di lapangan, bahwa begitu banyak badan yang urus Kebakaran Hutan, ada BNPB, ada Manggala Agni, Damkar dan lain sebagainya, ujungnya di lapangan tidak ada koordinasi, bahkan kadang berantem sesama badan, jadi itu sulit sekali untuk bersatu melawan api,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Chanee mengusulkan agar penanganan kebakaran hutan memiliki satu badan yang bertanggung jawab secara menyeluruh.

“Bagusnya logikanya agak lebih efisien di lapangan lebih gampang susun strategi adalah hanya satu badan yang mengurus keseluruhan, satu badan mengurus kebakaran hutan,” ujarnya.

Ia menilai, sistem komando yang lebih terintegrasi dapat mempermudah penyusunan strategi, pembagian tugas, dan pengerahan sumber daya sesuai karakteristik kebakaran.

Menurut Chanee, setiap kejadian kebakaran membutuhkan pendekatan berbeda. Penanganan kebakaran di lahan gambut, misalnya, tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan kebakaran di hutan mineral. Faktor angin, jarak pandang, kondisi vegetasi, dan karakteristik lahan juga perlu diperhitungkan.

Karena itu, strategi penanganan perlu disusun berdasarkan kondisi aktual di setiap lokasi, bukan hanya mengandalkan satu metode pemadaman untuk semua kejadian.

Sekat Bakar Bisa Menahan Perluasan Api

Dalam penjelasannya, Chanee juga memaparkan penggunaan sekat bakar sebagai salah satu strategi ketika kebakaran sudah terlalu besar untuk dipadamkan secara langsung.

Ia menceritakan pengalaman ketika timnya menghadapi api yang sulit dikendalikan dan akhirnya memilih memusatkan upaya pada pembuatan sekat bakar agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.

“Sekarang kita bikin sekat bakar dan kita tunggu hanya di sekat bakar agar memperhatikan api tidak makan lebih banyak hutan. Tetapi dia biarkan dia makan diri dia sendiri,” tuturnya.

Menurut Chanee, pendekatan tersebut tidak serta-merta menghilangkan asap dalam waktu singkat. Api masih dapat menyala di area yang terbakar, tetapi sekat bakar ditujukan untuk membatasi penyebaran api ke wilayah lain.

“Jadi jangka pendek jangan lawan asap, coba madamin, cuman pastikan dia tidak meluas, baru dengan pelan-pelan dia juga akan mati sendiri,” jelasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU