Ia menilai, gambut yang dipulihkan melalui pengaturan air dan penanaman vegetasi asli hutan gambut dapat memberikan manfaat jangka panjang, termasuk mengurangi risiko kebakaran yang berulang.
Chanee berharap pendekatan penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi juga pada pencegahan, pemulihan ekosistem, dan penyusunan strategi berdasarkan karakteristik kebakaran di setiap wilayah.
“Setelah restorasi gambut, langsung adanya program untuk deteksi dini kebakaran apapun. Tapi setelahnya, tentu saja kita harus bahas status lahan, harus ada sistem yang melarang orang untuk mengeksploitasi lahan yang baru terbakar, dan juga perubahannya yang akan datang tidak hanya dari pemerintah, tapi dari masyarakat, dari kita semua,” pungkasnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...