“Kami melihat pemerintahan Pak Prabowo memang fokus untuk menciptakan ketahanan pangan, pengembangan industri hilir, investasi, dan pengelolaan kekayaan nasional. Tapi tentu harus semakin diperkuat agar bisa memberi nilai tambah lebih banyak bagi dalam negeri,” paparnya.
Selain capaian program, evaluasi dua tahun pemerintahan juga perlu mencakup persoalan daya beli masyarakat, pengawasan anggaran, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan kualitas demokrasi. Transparansi serta akuntabilitas mutlak berjalan beriringan dengan pelaksanaan program pemerintah yang besar.
“Dari perspektif generasi muda, keberhasilan pemerintah tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang diluncurkan, melainkan oleh kemampuan program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Afandi, dua tahun pertama pemerintahan Prabowo bukanlah perjalanan yang mudah, penuh ujian dan tantangan yang harus dilalui. Periode ini dinilai bukan akhir dari ujian, melainkan awal dari ujian yang sesungguhnya.
“Dua tahun pertama pemerintahan Prabowo dapat menjadi fondasi bagi agenda pembangunan jangka panjang. Tantangan berikutnya adalah memastikan fondasi tersebut benar-benar menghasilkan peningkatan kesejahteraan, pemerataan kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya.




