HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pindad (Persero) meningkatkan kapasitas produksi senjata dan amunisi untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring dengan pembentukan ratusan satuan baru TNI yang membutuhkan perlengkapan tempur hingga kendaraan operasional.
Salah satu yang mengalami peningkatan kapasitas produksi ialah senapan SS3. Pindad kini mampu memproduksi lebih dari 70 ribu pucuk senapan tersebut setiap tahun.
Wakil Direktur Utama PT Pindad, Heru Puryanto, mengatakan perusahaan tengah mengembangkan fasilitas produksi amunisi sekaligus pabrik bahan baku pendukungnya.
Pengembangan tersebut mencakup pabrik propelan dan brass cup, dua komponen yang dibutuhkan dalam proses produksi amunisi. Upaya ini dilakukan untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan persenjataan, terutama bagi batalyon-batalyon baru.
“Kami sedang mengembangkan pabrik amunisi serta pabrik propelan dan brass cup yang merupakan bahan baku dari amunisi. Ini salah satunya untuk menanggapi tantangan kebutuhan yon-yon (batalyon) baru,” kata dia di Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Menurut Heru, peningkatan fasilitas produksi menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi kebutuhan pertahanan nasional di tengah bertambahnya satuan TNI.
Produksi Senapan SS3 Meningkat Hampir Tiga Kali Lipat
Tak hanya amunisi, kapasitas produksi senjata Pindad juga ditingkatkan. Heru menyebut produksi senapan SS3 kini telah melampaui 70 ribu pucuk per tahun, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan kapasitas sebelumnya.
“Senjata ini yang diperlukan oleh batalyon baru. Kalau sebelumnya mungkin kisarannya di bawah itu, kami sekarang sudah hampir tiga kali lipat dari kapasitas yang sebelumnya,” ucap dia.
Peningkatan produksi tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan persenjataan bagi satuan-satuan baru yang dibentuk pemerintah.
Selain senjata dan amunisi, Pindad turut memasok kendaraan taktis Maung untuk menunjang mobilitas personel TNI.
Heru menyampaikan bahwa perusahaan telah mengirimkan lebih dari 2.500 unit Maung kepada Kementerian Pertahanan. Kendaraan tersebut menjadi salah satu produk yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional pertahanan.
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Peningkatan kapasitas produksi Pindad berlangsung di tengah pembentukan satuan baru di tubuh TNI.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan PRIMA, Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10).
Dari total satuan yang diresmikan, sebanyak 150 merupakan batalyon infanteri teritorial pembangunan. Selain itu, terdapat tiga batalyon bantuan tempur TNI Angkatan Darat, empat batalyon infanteri marinir, serta tiga batalyon para komando pasukan gerak cepat (Parako Pasgat).
Pembentukan satuan baru tersebut menambah kebutuhan perlengkapan militer, mulai dari senjata dan amunisi hingga kendaraan pendukung mobilitas personel.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...