Pelajar Jakarta Pusat Diajak Pahami Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

16 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMRatusan pelajar SMA bersama guru pendamping dari berbagai sekolah di Jakarta Pusat mengikuti program Peningkatan, Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Angkatan I Tahun 2026 yang digelar di Hotel Grand G7, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis 7 Mei 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Pusat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi bahaya narkotika sejak usia sekolah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rd Sony Triwibawa selaku Kasuban Kesbangpol Jakarta Pusat, Prasetyo Kurniawan selaku Asisten Pemerintahan Jakarta Pusat, Heri Dianto selaku Kepala Suban Kepegawaian Jakarta Pusat, serta jajaran terkait lainnya.

Tidak hanya menghadirkan materi teori, peserta juga mendapat edukasi langsung dari narasumber yang berpengalaman di lapangan, yakni dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat serta konseling narkoba dan HIV/AIDS.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi, mulai dari pembahasan bahaya penyalahgunaan narkoba, pola pergaulan remaja, hingga dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan pendidikan.

Ketua Pelaksana kegiatan dari Suban Kesbangpol Jakarta Pusat, Rahmi Meilani, menegaskan program P4GN merupakan ruang dialog dan bentuk investasi sosial bagi generasi muda.

- Advertisement -

“Kami ingin siswa mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta kenakalan remaja lainnya,” kata Rahmi Meilani.

Sementara itu, Ketua Umum PC Jakarta Pusat Pemuda Muslimin Indonesia, Muhammad Amirullah Hijrian, yang dipercaya menjadi moderator kegiatan mengatakan generasi muda perlu mendapatkan edukasi yang relevan dan dekat dengan realitas kehidupan mereka.

“Ancaman narkotika saat ini semakin kompleks dan menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari penguatan pengetahuan, lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian mengatakan tidak pada penyalahgunaan narkoba,” ujar Amirullah Hijrian.

Ia menilai keterlibatan pemerintah kota, aparat penegak hukum, tenaga konseling, sekolah, dan keluarga merupakan kombinasi penting dalam upaya pencegahan.

“Pelajar harus memahami bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, keluarga, dan cita-cita,” kata Amirullah Hijrian.

Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Pusat, Rd Sony Triwibawa, menambahkan bahwa sekolah memiliki posisi strategis sebagai benteng awal pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan ikut menyebarkan pesan hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba,” kata Rd Sony Triwibawa.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling diminati peserta. Sejumlah siswa menyampaikan pertanyaan terkait cara menghadapi tekanan pergaulan, mengenali lingkungan berisiko, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitar mereka.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berharap lahir kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk bersama-sama menjaga diri, lingkungan sekolah, dan masa depan dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU