Jenggot dan Kumis Juga Perlu Dirawat, Ini Cara Menjaga Kesehatan Kulit Wajah Pria

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Memiliki jenggot dan kumis kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak pria. Selain menunjang penampilan, rambut di area wajah juga membutuhkan perawatan agar tetap bersih dan tidak menimbulkan masalah pada kulit.

Sayangnya, masih banyak pria yang menganggap merawat jenggot hanya sebatas memangkasnya saat mulai panjang. Padahal, area di bawah jenggot juga menghasilkan minyak, berkeringat, dan terpapar debu maupun polusi setiap hari.

Jika kebersihannya tidak dijaga, jenggot dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran yang berisiko menyebabkan bau, gatal, hingga iritasi kulit. Agar tetap sehat dan rapi, Sobat Holopis bisa menerapkan beberapa langkah sederhana berikut ini.

1. Cuci Jenggot Secara Rutin

Jenggot dapat menangkap berbagai kotoran selama beraktivitas, mulai dari debu, asap kendaraan, sisa makanan, hingga minyak alami dari kulit wajah.

Karena itu, jenggot sebaiknya dibersihkan secara rutin bersamaan dengan mencuci wajah. Membersihkan area tersebut dapat membantu mengurangi penumpukan kotoran yang berpotensi memicu jerawat maupun iritasi kulit.

Jika jenggot sudah cukup lebat, gunakan pembersih yang lembut agar rambut dan kulit di bawahnya tetap terasa nyaman setelah dicuci.

- Advertisement -

2. Jangan Abaikan Kulit di Bawah Jenggot

Banyak orang fokus merawat rambut jenggot, tetapi lupa bahwa kulit di bawahnya juga membutuhkan perhatian.

Kulit yang tertutup rambut tetap bisa mengalami kekeringan, mengelupas, bahkan muncul ketombe pada jenggot (beard dandruff). Kondisi ini biasanya ditandai dengan serpihan putih dan rasa gatal yang cukup mengganggu.

Menggunakan pelembap wajah setelah mencuci muka dapat membantu menjaga kelembapan kulit sehingga terasa lebih nyaman dan tidak mudah kering.

3. Rapikan Secara Berkala

Jenggot yang terlalu panjang tanpa perawatan dapat terlihat kusut dan sulit dibersihkan. Memangkas jenggot secara rutin membantu menjaga bentuknya tetap rapi sekaligus mengurangi rambut bercabang. Selain itu, jenggot yang terawat juga memudahkan proses membersihkan wajah setiap hari.

Sobat Holopis tidak harus mencukur habis jenggot. Cukup rapikan sesuai bentuk wajah dan kenyamanan masing-masing.

4. Bersihkan Alat Cukur Setelah Digunakan

Pisau cukur atau alat pemangkas yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika digunakan berulang kali dalam kondisi kotor, alat tersebut berisiko menyebabkan iritasi, luka kecil, hingga infeksi pada kulit wajah.

Karena itu, biasakan membersihkan alat cukur setelah digunakan dan mengganti mata pisaunya secara berkala agar tetap higienis.

5. Waspadai Jika Muncul Keluhan pada Area Jenggot

Apabila muncul kemerahan, benjolan, rasa nyeri, atau gatal yang tidak kunjung membaik di sekitar jenggot dan kumis, jangan menganggapnya sebagai masalah biasa. Keluhan tersebut bisa disebabkan oleh iritasi, infeksi jamur, folikulitis (peradangan pada folikel rambut), atau gangguan kulit lainnya yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Jika gejala berlangsung selama beberapa hari atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Merawat jenggot dan kumis tidak harus menggunakan banyak produk. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, merapikannya secara rutin, serta memastikan kulit di bawahnya tetap sehat. Dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara konsisten, jenggot tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga membantu menjaga kesehatan kulit wajah secara keseluruhan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU