HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pegawai yang disebut telah mengabdi 27 tahun dikabarkan dimutasi usai surat dinas Menteri PU bocor. Benarkah jadi tumbal?.
Polemik kebocoran surat tugas perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke New York kembali memanas.
Kali ini, media sosial diramaikan kabar bahwa seorang pegawai yang telah mengabdi selama sekitar 27 tahun di Kementerian PU diduga menjadi “tumbal” setelah dokumen internal tersebut viral.
Informasi itu beredar melalui unggahan di platform Threads dan kemudian menyebar luas ke berbagai media sosial.
Salah satu akun yang menjadi rujukan adalah @ferrykotothreads, yang menyebut pelaku utama penyebaran surat tugas hingga kini belum ditemukan.

Namun, seorang pegawai perempuan yang selama ini bertugas mengurus visa perjalanan luar negeri disebut justru terdampak dan dimutasi.
Unggahan tersebut berbunyi “Pelaku yang menyebarkan surat tugas dinas luar negeri belum ketemu. Yang jadi tumbalnya adalah seorang ibu yang sudah mengabdi sekitar 27 tahun. Kebetulan ibu ini yang bertugas mengurusi visa keberangkatan ke luar negeri.”
Tak hanya itu, beredar pula tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari grup internal Kementerian PU.
Dalam percakapan tersebut terdapat daftar sejumlah nama pegawai yang disebut mengalami perpindahan tugas ke berbagai daerah.
Nama-nama yang terlihat dalam tangkapan layar antara lain Tegar Rizkiadi, Fransiska Dini, Indri Damayanti, Lisniari Munthe, Wibisono Sularso, Listya Adi Andarini, Daswandi Indra, dan Andika Jaya Arsyadin.
Mereka disebut dipindahkan ke sejumlah wilayah seperti Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, Jambi, Papua Barat, hingga Surabaya.
Dalam percakapan yang sama juga muncul narasi, “Dampak bocor surat tugas pak bos ke luar negeri langsung dimutasi.”
Namun demikian, hingga berita ini ditulis belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi bahwa daftar mutasi tersebut benar merupakan konsekuensi langsung dari kebocoran surat perjalanan dinas Menteri PU.
Keaslian tangkapan layar yang beredar juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Sebelumnya, Kementerian PU mengakui tengah menelusuri sumber kebocoran surat perjalanan dinas Menteri Dody Hanggodo yang sempat viral karena mencantumkan nama istri dan anak menteri dalam rombongan kunjungan ke New York.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, mengatakan investigasi dilakukan untuk mengetahui apakah kebocoran berasal dari internal atau eksternal.
Ia juga menyebut kemungkinan adanya sanksi apabila pelaku berasal dari lingkungan kementerian.
Pernyataan tersebut memicu reaksi publik.
Sejumlah pengguna media sosial menilai pembocor dokumen seharusnya dipandang sebagai whistleblower, bukan justru diburu.
Kreator konten Ferry Irwandi melalui akun Threads @irwandiferry juga mengkritik rencana pemberian sanksi kepada pembocor dokumen dengan menyebut bahwa ASN bekerja untuk melayani masyarakat, bukan pejabat.
Hingga saat ini, Kementerian PU belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar adanya pegawai yang telah mengabdi selama 27 tahun menjadi korban mutasi maupun daftar nama pegawai yang beredar di media sosial.
Dengan demikian, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar di platform digital dan belum mendapat konfirmasi dari pihak kementerian.


