Sempat Ngotot Impor KRL Bekas Jepang, KAI Mendadak Batal Usai Bertemu Prabowo

7 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Keputusan meninggalkan kereta bekas bukan berarti persoalan kebutuhan armada KAI otomatis selesai.

Perusahaan masih harus mengejar pengadaan puluhan rangkaian untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Bobby mengungkapkan, KAI membutuhkan sebanyak 23 trainset atau rangkaian KRL baru.

Dari jumlah tersebut, delapan rangkaian menjadi kebutuhan paling mendesak dan harus mendapatkan perhatian lebih dahulu.

KAI memasang target agar seluruh kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dalam waktu dua hingga tiga tahun.

“Banyak, jadi ada 8 yang urgent kemudian total 23 trainset,” ungkapnya.

“Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun 23 trainset baru,” imbuh Bobby.

Target ini menjadi pekerjaan penting bagi KAI dan INKA.

Keduanya harus memastikan proses produksi berjalan sesuai jadwal agar kebutuhan armada tidak tertunda terlalu lama.

Terlebih, KRL merupakan transportasi yang diandalkan masyarakat untuk mobilitas harian.

Ketersediaan kereta menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran pelayanan penumpang.

Perubahan keputusan KAI tersebut cukup kontras dengan penjelasan Bobby pada September 2026.

Kala itu, impor KRL bekas dari Jepang justru dipandang sebagai pilihan paling memungkinkan untuk mengatasi keterbatasan armada.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
7 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama