Teguh Aprianto Yakin Tak Mungkin Listyo Sigit Bisa Sadap Presiden Cuman Pakai LIMS

6 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Praktisi keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto menyatakan bahwa persoalan penyadapan bukan hal baru selama ini, termasuk di Indonesia. Bahkan kata dia, selama ini banyak praktik penyadapan dilakukan oleh lembaga negara kepada siapapun.

“Ya, sebenarnya dengan gak ada kasus ini pun penyadapan udah terjadi,” kata Teguh dalam podcast Close The Door seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (7/11/2026).

Dalam dunia intelijen, penyadapan adalah hal biasa dan sangat mudah. Namun dalam kasus yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kini menjadi tersangka penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, ia yakin informasi dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri belum dibuka sepenuhnya. Sejauh ini, alat yang digunakan kelompok Listyo Sigit hanya menggunakan teknologi LIMS (Lawful Intercept Management System).

“Semudah itu (proses penyadapan), tapi emang bisa dibilang ini belum dibuka semuanya ya,” ujarnya.

Dijelaskan Teguh, bahwa teknologi LIMS sebenarnya tidak bisa digunakan serta merta untuk menyadap seseorang. Hal ini karena sifat dari teknologi intersep, yakni mencegat lalu lintas jaringan yang berbasis seluler, baik itu telepon melalui operator GSM/CDMA, maupun produk turunannya seperti SMS (Short Message Service) dan atau MMS (Multimedia Messaging Service).

“Kan kalau di yang udah di announce, LIMS ini kan sebatas dia cuma intercept jaringan seluler kan, jaringan seluler, artinya cuma dia bisa ke telepon yang biasa via operator, SMS, sama lokasi lah, sama metadata yang lain,” terang Teguh.

Oleh sebab itu, jika memang target operasi Listyo Sigit Prabowo dan teman-temannya itu adalah menyadap, maka ia yakin betul alat yang digunakan bukan hanya LIMS. Sayangnya, tak mungkin tools lain akan disebutkan karena akan menjadi bahan materi persidangan nantinya.

“Kemungkinan bukan itu doang nih alat yang gunakan, cuma kan itu polisi cuma bisa ngeluarin itu karena itu aman, aman dalam artian karena kan nanti harus ada yang dibawa ke pengadilan kan, (menjadi) barang bukti. Nah, makanya itu dibatasi, alat-alat yang lain. Kalau dibuka, rahasia dapurnya kebuka, gitu, banyak alat-alat yang lebih seram lagi gitu, tapi itu enggak dibuka ke publik,” jelasnya.

Salah satu alat yang paling banyak dibicarakan publik saat ini adalah Spyware Pegasus. Yakni sebuah tools intelijen yang digunakan khusus untuk melakukan penyadapan multi platform. Produk spyware karya Israel tersebut akan sangat memungkinkan penggunanya mendapatkan semua informasi yang diperlukan dari targetnya, karena ia tidak hanya bisa mengakses jaringan seluler seperti yang dilakukan oleg LIMS, akan tetapi semua data yang ada di dalam ponsel dan device target.

Pun jika menggunakan Pegasus untuk melancarkan aksi penyadapan, tentu targetnya tidak bisa random, ia akan menyasar ke target high class karena berkaitan dengan budgeting yang digunakan untuk melancarkan operasi tersebut.

“Nah, makanya yang tadi gua bilang, ada alat-alat yang enggak dikeluarin gitu, yang enggak dikasih tahu, salah satu kemungkinan ya alat-alat buatan Israel,” tutur Teguh.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Bareskrim Polri tengah melakukan serangkaian penyidikan atas kasus penyadapan atau illegal access yang dilakukan oleh sejumlah jenderal Polisi kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua Umum Partai Politik, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (Ormas), hingga pengusaha.

Dalam konferensi pers awal, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Asep Safrudin menyampaikan bahwa kegiatan illegal access yang dilakukan oleh tersangka adalah LIMS, salah satu sistem keamanan intelijen yang dimiliki oleh Polri. Penyalahgunaan wewenang ini pun menyeret nama besar, yakni mantan Kapolri yang saat itu sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yakni Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
6 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama