HOLOPIS.COM, JAKARTA – Saham Wilmar International anjlok 4,89 persen di tengah penyelidikan dugaan keterkaitan perusahaan dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perusahaan agribisnis raksasa ini harus menelan pil pahit setelah harga sahamnya terjun 4,89 persen dalam sehari di Bursa Efek Singapura.
Penurunan tersebut membawa saham Wilmar ke titik terendah sejak Januari 2026.
Situasinya semakin menjadi sorotan karena koreksi tajam itu terjadi saat penyelidikan kepolisian terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung.
Di saat bersamaan, keuntungan inti perusahaan juga merosot tajam.
Tekanan terhadap Wilmar terlihat jelas pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
Saham perusahaan yang sebelumnya ditutup di level US$3,27 mendadak kehilangan 15 sen hingga berakhir di harga US$3,11.
Bukan sekadar koreksi biasa, penurunan 4,89 persen tersebut menandai salah satu titik terendah perjalanan saham Wilmar sepanjang 2026.
Harga itu menjadi yang terendah sejak 21 Januari lalu.
Mengutip The Straits Times, Jumat, 30 Oktober 2026, pelemahan saham sudah terlihat sejak perdagangan pagi.
Sekitar pukul 10.47 waktu setempat, saham Wilmar sempat berada di level US$3,12.
Aktivitas jual beli juga cukup ramai. Sebanyak 4,7 juta saham berpindah tangan pada perdagangan pagi.
Hingga penutupan pasar, volumenya meningkat drastis menjadi sekitar 10,5 juta saham.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!