Sempat Ngotot Impor KRL Bekas Jepang, KAI Mendadak Batal Usai Bertemu Prabowo

1 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sempat bersikukuh mendatangkan KRL bekas dari Jepang, KAI mendadak berubah haluan usai bertemu Prabowo. Apa yang membuat rencana itu batal?

Pengadaan kereta rel listrik (KRL) untuk melayani masyarakat Jabodetabek memasuki babak baru.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memutuskan meninggalkan rencana mendatangkan rangkaian kereta bekas dari Jepang dan mengalihkan perhatian pada pengadaan armada baru.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin seusai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Bobby secara tegas menyatakan tidak ada lagi rencana mengimpor KRL bekas.

Menurut dia, kebutuhan transportasi masyarakat harus dipenuhi menggunakan kereta baru, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi industri manufaktur nasional.

“Enggak ada, kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru,” ujar Bobby.

Pernyataan tersebut sekaligus mengubah arah kebijakan pengadaan armada yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.

Sebab, KAI beberapa waktu lalu justru mendorong impor KRL seken dari Jepang dengan alasan kebutuhan operasional yang mendesak.

Kini, perusahaan memilih mengandalkan kemampuan produksi dalam negeri. Salah satu pihak yang akan dilibatkan adalah PT Industri Kereta Api (INKA) Persero.

Bobby menjelaskan, sebagian pengerjaan rangkaian KRL nantinya akan diberikan kepada perusahaan manufaktur nasional tersebut.

Dia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak luar negeri, tetapi industri Indonesia harus tetap mendapatkan peran dalam proses pengadaan.

“Salah satunya mungkin sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri. Luar negeri harus kerja sama dengan dalam negeri gitu ya,” katanya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!