HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% pada kuartal III-2026, meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar 5,29%. Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus hingga akhir tahun, mulai dari bantuan beras, subsidi upah Rp900 ribu, hingga diskon tiket transportasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,04% dengan kontribusi sebesar 51,97% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Selain itu, konsumsi pemerintah tumbuh 8,95%, didorong peningkatan belanja untuk sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Pertumbuhan di kuartal ketiga ini didorong oleh berbagai komponen yaitu permintaan domestik, daya beli masih tumbuh 5,04 persen yaitu konsumsi rumah tangga dan kontribusinya 51,97 persen dari PDB Nasional. Kemudian juga konsumsi pemerintah tumbuh positif di 8,95 persen dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya sekitar 5,66 persen,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (5/11/2026) dikutip Holopis.com.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G20. Pertumbuhan Indonesia melampaui China 4,5%, Korea Selatan 3,4%, Jerman 1,2%, dan Jepang 0,7%. Hanya India yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 7,8%.
Pemerintah Siapkan Bantuan dan Diskon Transportasi
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus pada Oktober-Desember 2026.
Program tersebut meliputi bantuan beras 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta keluarga dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900 ribu bagi sekitar 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP.
Pemerintah juga menyiapkan pembukaan rekening baru dengan saldo awal Rp50 ribu bagi sekitar 25,16 juta penduduk dewasa kelompok desil 1-4.
Selain bantuan sosial, masyarakat akan mendapatkan diskon transportasi selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, dengan rincian:
- Diskon PPN 100% tiket pesawat ekonomi domestik untuk 3,75 juta penumpang.
- Diskon tiket kereta api 30% untuk 1,04 juta penumpang.
- Insentif tiket kapal laut PELNI untuk 414 ribu penumpang.
- Gratis tarif jasa pelabuhan penyeberangan ASDP di 14 pelabuhan untuk 1,42 juta orang.
Investasi Capai Rp1.539 Triliun
Di sisi lain, realisasi investasi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai Rp528,7 triliun atau tumbuh 7,6% secara tahunan. Investasi tersebut menyerap 745.634 tenaga kerja.
Secara kumulatif, investasi sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75% dari target tahunan. Sementara investasi sektor hilirisasi mencapai Rp179,9 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 19,4%.
Pertumbuhan ekonomi juga diikuti perbaikan indikator ketenagakerjaan. Jumlah penduduk bekerja meningkat 1,44 juta orang menjadi 147,99 juta orang. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,75% dari sebelumnya 4,85%, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07% dari 8,25%.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai tekanan harga pangan dan energi serta dinamika nilai tukar rupiah.
“Capaian pertumbuhan yang sebesar 5,47% ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah, dipimpin Bapak Presiden Prabowo ini sudah on the right track dengan fundamental yang kuat, investasi terus meningkat, tentu dukungan kebijakan yang terarah, terus akan dijalankan, dan tentu terdapat berbagai macam tantangan yang perlu diselesaikan,” pungkas Airlangga.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!