HOLOPIS.COM, JAKARTA – Misteri alat sadap triliunan rupiah yang dikaitkan dengan Listyo Sigit mencuat. Selamat Ginting mengungkap dugaan aliran dana judol hingga narkoba!
Dugaan skandal penyadapan yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo semakin memunculkan sejumlah pertanyaan besar.
Selain dugaan penggunaan perangkat intelijen untuk memantau komunikasi Presiden dan sejumlah pejabat negara, kini muncul tudingan mengenai sumber dana yang digunakan untuk menopang operasi tersebut.
Pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menduga pembiayaan perangkat penyadapan bernilai fantastis itu berkaitan dengan aliran uang dari aktivitas ilegal.
Mulai dari perjudian online (judol), narkoba hingga bisnis tambang menjadi sektor yang menurutnya perlu ditelusuri.
Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan Selamat dalam siniar di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, perangkat penyadapan berteknologi tinggi yang nilainya disebut mencapai triliunan rupiah itu sebelumnya berada di lingkungan intelijen negara sebelum berpindah ke Mabes Polri.
“Alat khusus yang sangat mahal, triliunan, alat sadap ini kan sebenarnya pada beberapa tahun lalu sudah dipersoalkan oleh beberapa LSM. Penyadapan itu tidak bisa sembarangan,” ujar Selamat.
Menurut dia, dugaan operasi penyadapan tidak hanya menyasar masyarakat biasa.
Presiden, para menteri, pimpinan partai politik hingga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut masuk dalam daftar target pemantauan.
Selamat juga mengungkap dugaan perpindahan perangkat penyadapan dari Mabes Polri menuju kediaman sejumlah jenderal setelah Listyo tidak lagi menjabat Kapolri.
Ia menyebut perangkat tersebut terdeteksi di rumah Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Slamet Uliandi, dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Bahkan, menurut penuturannya, Divisi Propam bersama Brimob melakukan pergerakan sekitar pukul 01.00 WIB untuk menindaklanjuti temuan tersebut.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!