HOLOPIS.COM, JAKARTAm – Video waria berjoget disertai aksi saweran di SDN Pakuniran 1 Probolinggo viral di media sosial. Disdik Kabupaten Probolinggo mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.
Video yang memperlihatkan sejumlah waria berjoget dengan iringan musik disertai aksi saweran di lingkungan SDN Pakuniran 1, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, viral di media sosial.
Rekaman tersebut memicu perhatian publik karena lokasi kegiatan berada di area sekolah dasar.
Video yang sempat beredar melalui akun TikTok @kostreva itu menampilkan sejumlah orang berjoget di tengah kerumunan warga.
Dalam video tersebut terlihat salah satu pengisi acara mengenakan pakaian minim dan menerima saweran dari para penonton yang memadati lokasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, mengatakan pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut pada Senin dini hari, 22 Juni 2026.
Setelah itu, Dinas Pendidikan langsung meminta penjelasan dari pihak sekolah.
“Mohon maaf, saya baru mengetahui kejadian itu dini hari tadi. Setelah itu kami langsung melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi kepada pihak sekolah,” kata Hary saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Senin malam, 22 Juni 2026.
Menurut Hary, berdasarkan penjelasan awal yang diterima, kegiatan tersebut bukan merupakan agenda resmi SDN Pakuniran 1. Acara hiburan itu disebut sebagai kegiatan masyarakat sekitar yang sebelumnya menggelar pawai di luar lingkungan sekolah.
Usai pawai selesai, rombongan peserta kemudian singgah ke area sekolah dan melanjutkan acara hiburan.
Pihak sekolah, kata Hary, menyampaikan bahwa sebagian besar orang yang tampil dalam kegiatan tersebut merupakan warga setempat.
“Pihak sekolah sudah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut murni dilaksanakan oleh warga setempat. Sebelum ke sekolah ada pawai terlebih dahulu di luar. Setelah selesai, rombongan mampir ke sekolah, yang tampil kebanyakan warga,” ujarnya.
Disdikdaya Kabupaten Probolinggo menegaskan kegiatan tersebut tidak masuk dalam agenda maupun program sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang berkembang di tengah masyarakat setelah video itu viral.
Selain meminta klarifikasi secara langsung, Dinas Pendidikan juga meminta pihak SDN Pakuniran 1 membuat laporan tertulis mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.
Laporan itu diperlukan untuk mengetahui secara rinci bagaimana kegiatan masyarakat tersebut bisa berlangsung di lingkungan sekolah.
“Sekolah akan memberikan penjelasan tertulis kepada kami terkait kronologi lengkap sampai munculnya kejadian tersebut,” kata Hary.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan yang terekam dalam video berlangsung setelah rombongan warga menyelesaikan pawai.
Kegiatan tersebut, menurut sekolah, sepenuhnya merupakan acara masyarakat sekitar.
Hary juga menyebut para penampil yang terlihat dalam video merupakan waria yang termasuk dalam kelompok LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender.
Penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak sekolah.
“Ditegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dilaksanakan oleh warga sekitar dan yang tampil adalah para waria alias LGBT,” ujar Hary.
Viralnya video tersebut turut mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo.
Hary mengatakan Sekretaris MUI telah menghubungi pihak Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan terkait peristiwa tersebut.
Menurut dia, keterangan yang disampaikan kepada MUI sama dengan hasil klarifikasi awal yang diterima dari pihak sekolah.
“Sekretaris MUI juga sudah melakukan konfirmasi kepada kami sore tadi, dan kami sampaikan penjelasannya seperti itu,” kata Hary.
Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai respons dari masyarakat. Sebagian warga mempertanyakan penggunaan area sekolah sebagai lokasi berlangsungnya hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi lembaga pendidikan.
Hingga kini, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo masih menunggu laporan lengkap dari pihak SDN Pakuniran 1. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi dan menentukan langkah selanjutnya terkait peristiwa yang telah menjadi sorotan publik tersebut.

