Heboh! Kaca Ruangan Kepala BGN Pecah, Sempat Disebut Ditembak Sniper

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAKaca ruangan Kepala BGN mendadak pecah dan memicu dugaan ditembak sniper. Benarkah terjadi aksi penembakan?

Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar pecahnya kaca di ruang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat disebut-sebut akibat aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) bahkan sniper.

Informasi yang beredar cepat itu memicu spekulasi publik, terlebih di tengah ramainya berbagai isu nasional.

Kabar tersebut pertama kali viral setelah akun Instagram @menuembegejelek mengunggah foto yang memperlihatkan kaca pecah di Gedung Badan Gizi Nasional di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Min mau up penembakan di lingkungan Badan Gizi Nasional. Kronologi: Siang 9/7 sebuah kaca di gedung BGN tepatnya di lantai 2 ruangan Kepala Badan pecah diduga karena peluru. Tidak ada korban jiwa. Saat ini sedang dilakukan rekonstruksi oleh Kapolres Jakpus. Kemungkinan terkait Pacok V Parjo,” demikian isi unggahan akun tersebut pada Kamis (9/7/2026).

Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warganet.

- Advertisement -

Sebagian mengaku khawatir jika benar terjadi aksi penembakan di gedung instansi pemerintah, sementara sebagian lainnya meminta publik menunggu hasil penyelidikan aparat.

“Aneh juga kalau benar ditembak. Tunggu hasil penyelidikan polisi saja,” tulis salah satu netizen.

“Waduh, semoga bukan benar ada sniper. Ngeri kalau sampai seperti itu,” komentar pengguna media sosial lainnya.

Sementara netizen lain mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Kalau belum ada bukti, jangan langsung menyimpulkan. Banyak kaca gedung tinggi memang bisa pecah karena perubahan suhu,” tulis seorang pengguna.

Di sisi lain, Tim Inafis Polres Metro Jakarta Pusat memang terlihat mendatangi kantor Badan Gizi Nasional pada Kamis siang.

Kehadiran petugas kepolisian sempat memperkuat dugaan publik bahwa telah terjadi peristiwa serius di dalam gedung tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, satu unit mobil Tim Inafis Polres Metro Jakarta Pusat tiba sekitar pukul 14.20 WIB.

Sekitar empat hingga enam personel langsung memasuki area gedung untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa kondisi kaca yang pecah, mendokumentasikan lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari pihak terkait.

Di bagian bawah bangunan tampak serpihan kaca berserakan.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, area tertentu dibatasi sehingga awak media hanya diperbolehkan melakukan peliputan dari luar gerbang.

Namun, hasil olah TKP justru membantah kabar yang beredar di media sosial.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Reynold memastikan tidak ditemukan tanda-tanda aksi penembakan maupun proyektil di lokasi kejadian.

“Bukan (akibat penembakan),” kata AKP Reynold saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Menurut Reynold, hasil pemeriksaan menunjukkan kaca pecah diduga akibat faktor teknis bangunan yang dipicu perbedaan suhu antara bagian luar gedung dan dalam ruangan.

“Pecahan kaca di Gedung BGN diduga terjadi karena suhu panas di luar dan suhu dingin di dalam ruangan akibat penggunaan AC, sehingga terjadi pemuaian yang mengakibatkan kaca pecah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak pengelola gedung juga menjelaskan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.

Dalam kondisi cuaca panas atau musim kemarau, kaca gedung diketahui dapat pecah satu hingga dua kali dalam setahun akibat faktor teknis.

“Disampaikan pihak pengelola gedung, dalam satu tahun bisa terjadi satu hingga dua kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau,” pungkas Reynold.

Klarifikasi kepolisian itu pun perlahan meredam spekulasi yang sebelumnya berkembang di media sosial.

Sejumlah warganet mengapresiasi langkah cepat aparat memberikan penjelasan resmi agar informasi yang belum terverifikasi tidak berkembang menjadi hoaks.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat agar tidak menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman di tengah publik.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan insiden pecahnya kaca di ruangan Kepala Badan Gizi Nasional bukan disebabkan aksi penembakan ataupun serangan sniper, melainkan diduga akibat pemuaian kaca yang dipicu perbedaan suhu antara bagian luar gedung yang panas dan ruangan berpendingin udara.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU