Ucapan Amien Rais Soal Teddy Gay Picu Polemik, Partai Ummat Pasang Badan: Ini Suara Rakyat

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Ucapan Amien Rais soal Prabowo-Teddy viral dan picu polemik. Partai Ummat membela, menyebut itu sebagai suara rakyat yang sah dalam demokrasi.

Pernyataan tokoh senior Amien Rais yang menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memicu polemik luas.

Ucapan tersebut viral di media sosial dan memancing reaksi beragam, dari dukungan hingga kecaman, bahkan berujung pada wacana pelaporan ke ranah hukum.

Kontroversi bermula dari beredarnya video pernyataan Amien Rais yang diunggah melalui kanal YouTube resminya pada akhir April 2026.

Dalam video tersebut, Amien menyampaikan kritik keras yang kemudian menjadi perdebatan publik karena dinilai menyentuh ranah personal.

Amien mengawali pernyataannya dengan menyebut bahwa pandangannya didasarkan pada opini dan persepsi yang berkembang di masyarakat.

- Advertisement -

Ia mengklaim bahwa berdasarkan “pendapat publik” yang ia amati, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya disebut sebagai seorang gay, bahkan menggunakan istilah “kaum Nabi Lut” untuk menggambarkannya.

“Berdasarkan pendapat dan opini masyarakat yang bisa kita pantau, ternyata Teddy itu seorang gay,” ujar Amien dalam video tersebut.

Lebih jauh, Amien menyoroti kedekatan antara Presiden Prabowo dan Teddy yang menurutnya tidak sekadar hubungan kerja formal.

Ia menyebut relasi tersebut telah “offside” dalam pandangannya, meski tidak menyertakan bukti konkret atas klaim tersebut.

Ia juga menyinggung isu personal lain yang dikaitkan dengan narasi publik, termasuk menyebut adanya sindiran dalam lagu “Cinta Segitiga” yang dianggapnya relevan dengan situasi tersebut.

Amien menggambarkan hal itu sebagai sesuatu yang mengganggu dan menjadi perhatian publik.

Tak berhenti di situ, Amien Rais secara terbuka menyarankan agar Presiden Prabowo mengambil sikap tegas.

Ia meminta agar Prabowo “melepaskan diri” dari pengaruh Teddy dan menggantinya dengan sosok lain yang dinilainya lebih fokus bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara.

Selain itu, Amien juga mengkritik sikap para tokoh agama yang dinilainya diam terhadap isu tersebut.

Menurutnya, persoalan moralitas merupakan fondasi penting dalam kehidupan bernegara dan tidak boleh diabaikan.

Ia bahkan mengaku merasa tidak nyaman harus membahas isu tersebut secara terbuka, namun menyampaikan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi pemerintahan.

“Sesungguhnya saya ikut malu membicarakan kedua orang ini. Saya khawatir pemerintahan Prabowo bisa terganggu,” demikian garis besar pernyataannya.

Di akhir pernyataannya, Amien menyampaikan harapan agar kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi.

Pernyataan ini kemudian mendapat respons dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Pemerintah menilai konten yang beredar mengandung unsur fitnah dan hoaks serta berpotensi menyesatkan jika tidak dipahami secara utuh.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi.

Di tengah polemik tersebut, Partai Ummat membela Amien Rais. Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menegaskan bahwa apa yang disampaikan Amien merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dalam demokrasi.

“Menempuh jalur hukum adalah hak konstitusional dan kita tidak ingin menghalangi hak tersebut,” ujar Ridho.

Namun ia mengingatkan agar hukum tidak dijadikan alat politik.

“Hanya saja, jangan sampai hukum jadi alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan,” tambahnya.

Ridho juga menilai pernyataan Amien sebagai bentuk kegelisahan publik yang disampaikan secara langsung.

“Ini suara rakyat yang disampaikan secara terbuka,” katanya.

Sementara itu, kelompok relawan Presiden Prabowo yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) menilai pernyataan tersebut telah melampaui batas.

Mereka menyebut pernyataan Amien berpotensi mencemarkan nama baik dan tengah mengkaji langkah hukum.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU