JAKARTA, HOLOPIS.COM – Netizen membandingkan anggaran suvenir HUT RI Rp21,7 miliar dengan dana awal gempa NTT Rp44 miliar. Menkeu Purbaya pun buka suara soal polemik tersebut.
Anggaran pengadaan suvenir untuk peringatan HUT ke-81 RI menjadi sorotan warganet setelah nilainya dibandingkan dengan dana tanggap darurat yang dikaitkan dengan penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perbincangan di media sosial ramai setelah muncul informasi pengadaan suvenir oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dengan nilai sekitar Rp21,7 miliar.
Di sisi lain, publik menyoroti angka Rp44 miliar yang disebut sebagai dana bantuan darurat pemerintah pusat untuk daerah.
Perbandingan kedua anggaran tersebut kemudian memicu kritik.
Sejumlah warganet mempertanyakan prioritas pemerintah ketika belanja untuk kebutuhan seremoni kemerdekaan dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Salah satu komentar yang beredar mempertanyakan bagaimana anggaran sekitar Rp22 miliar bisa dikeluarkan untuk suvenir, sementara dana bantuan bencana disebut hanya Rp44 miliar.
Sorotan tersebut mengacu pada informasi yang dipublikasikan Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui akun Instagram @sahabaticw.
Dalam informasi itu, terdapat sejumlah pengadaan Kemensetneg yang dilakukan melalui metode e-purchasing pada sistem e-katalog.
Rinciannya antara lain pengadaan burung merpati dengan nilai Rp305,25 juta.
Kemudian ada tiga pengadaan suvenir dengan nilai kontrak yang cukup besar.
Pengadaan suvenir pertama tercatat senilai Rp2,794 miliar dan dimenangkan Buana Kencana Sejahtera.
Penyedia yang sama kembali mendapatkan pengadaan suvenir kedua senilai Rp8,824 miliar.



