HOLOPIS.COM, BOGOR – Indonesia kaya alam, tapi kenapa belum makmur? Bungaran Saragih sebut satu hal yang selama ini luput dari perhatian kita semua.
Tanah subur, laut membentang luas, hutan rimbun, dan penduduk muda yang melimpah.
Hampir semua syarat sebuah bangsa untuk makmur sudah dimiliki Indonesia.
Namun di balik semua kekayaan itu, kesejahteraan belum juga dirasakan merata oleh rakyatnya.
Lantas, di mana sebenarnya letak persoalannya?
Pertanyaan yang sudah lama mengganjal itu dijawab langsung oleh Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec. dalam forum Bungaran Saragih Insight Seri ke-1 di Ruang Jati, Sekolah Bisnis IPB University, Bogor, Kamis (15/10/2026).
Jawaban yang ia sampaikan ternyata jauh dari dugaan banyak orang.
Forum yang digelar Agrina tersebut membedah buku Indonesia 2045: Sistem Agro-Industri Nasional untuk Negara Tropis Kepulauan.
Buku itu disiapkan untuk mewariskan pemikiran Bungaran kepada generasi muda.
Menurut Bungaran, akar masalahnya bukan kekurangan modal.
Indonesia justru belum mampu mengorganisasikan modal besar yang sudah digenggamnya.
Sumber daya alam, manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, pasar, hingga pemerintah pusat dan daerah masih terlalu sering berjalan sendiri-sendiri, sehingga kekuatan itu sulit bertemu dalam satu tenaga yang utuh.
Dari situ ia mengingatkan bahwa potensi belum tentu menjadi kemampuan.



