Mahfud unggul di hampir semua ukuran. Ia mendapat skor tertinggi untuk kapabilitas (7.6), empati (7.3), pluralis-inklusif (7.7), kemampuan memimpin (7.6), dan komitmen pada profesionalisme TNI-Polri (7.8). Untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, ia berada di urutan kedua (7.7), sedikit di bawah Retno Marsudi (7.8).
Adapun Dedi Mulyadi, Mujani menjelaskan, Gubernur Jawa Barat ini menonjol pada ukuran empati, sikap pluralis-inklusif, dan kemampuan memimpin. Untuk empati, skornya 7.1, untuk sikap pluralis-inklusif, skornya 7.2. Sementara untuk kemampuan memimpin, yakni bisa bekerja, tegas, dan bisa mengambil keputusan, skornya 7.3.
Pada ukuran lain, Dedi Mulyadi mendapat skor 6.7 untuk kapabilitas atau kompetensi, 6.8 untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, dan 6.5 untuk komitmen pada profesionalisme TNI-Polri.
Mujani menyatakan, Mahfud secara umum dinilai terbaik dengan skor paling tinggi dari berbagai kategori. Sementara Dedi Mulyadi terbaik dilihat dari kedekatan penilaian opinion leaders dan penilaian massa pemilih dari survei nasional.
“Sementara di antara ketua Partai, Agus Harimurti Yudhoyono terbaik dan di antara kader partai ada Basuki Tjahaja Purnama. Untuk politisi yang punya jabatan dengan skor terbaik adalah Pramono Anung, dari intelektual publik independen dan tidak pernah menjadi pejabat publik Zainal Arifin Mochtar, dan terbaik di antara tokoh perempuan Sri Mulyani. Ini tokoh-tokoh alternatif,” papar Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ini.



