Mahfud MD Berharap Suyudi Kembalikan Polri Jadi Polri, Bukan ‘Parcok’

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD berharap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadikan pergantian kepemimpinan Polri sebagai momentum untuk memperkuat profesionalisme institusi.

Mahfud secara khusus meminta Suyudi kembali membuka rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri yang pernah disusun secara komprehensif sebagai bahan untuk membenahi berbagai persoalan kepolisian.

“Pokoknya dibaca aja itu (rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri), karena semuanya sudah ada,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang yang dikutip Holopis.com, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, berbagai instrumen untuk menjalankan kepolisian secara profesional sebenarnya sudah dimiliki Polri. Persoalan yang perlu dibenahi adalah penerapan dan budaya di dalam institusi.

“Polri sudah punya instrumen itu dengan bagus sekali, kita cuma, lho, kenapa dibawa terjadi gini lalu kita membuat sambungan-sambungan instrumennya harus begini, waktunya harus begini,” ujarnya.

Selain reformasi internal, Mahfud meminta Suyudi memastikan Polri tetap berada pada posisi sebagai alat negara dan tidak masuk terlalu jauh ke dalam politik praktis.

“Polri yang diangkat oleh Pak Prabowo ini harus membantu Presiden, karena dia alat negara. Kepala negara itu adalah Presiden. Oleh sebab itu bantu aja kepentingan-kepentingan Presiden tapi jangan sampai melakukan fungsi-fungsi partai,” kata Mahfud.

Mahfud menegaskan bahwa Presiden memiliki kewenangan menggunakan fasilitas kepresidenan dan meminta dukungan Polri dalam menjaga keamanan. Namun, menurut dia, dukungan tersebut tidak boleh berubah menjadi keterlibatan polisi dalam aktivitas politik praktis.

“Bahwa Pak Prabowo sebagai presiden punya privilege untuk menggunakan fasilitas kepresidenan untuk menang, monggo, tolong Polri bantu, jaga keamanan dia, tapi jangan menjadi Parcok. Gimana sudah ikut main di dalam politik,” tuturnya.

Istilah “Parcok” sendiri merujuk pada sebutan yang digunakan sebagian pihak untuk menggambarkan polisi yang dianggap terlibat dalam politik praktis.

Mahfud mengatakan persoalan tersebut telah menjadi pembicaraan di kalangan polisi, termasuk para purnawirawan. Dia menyinggung pernyataan seorang perwira Polri, Napoleon Bonaparte, yang menurutnya berharap Polri kembali menjadi institusi yang profesional.

“Tadi saya melihat perwira Polri di sebuah podcast itu Pak Napoleon, gitu, kami katanya dengan pergantian Pak Suyudi ini berharap Polri ya Polri, kami senang Polri menjadi Polri bukan menjadi Parcok. Kami malu kalau Polri disamakan dengan Parcok,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, harapan agar Polri kembali profesional juga banyak disampaikan oleh anggota kepolisian aktif maupun purnawirawan yang ditemuinya.

1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU