Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlalu lama menjabat sebagai Kepala BGN.
“Mohon doanya ya kawan-kawan, semoga saya kuat untuk menata BGN (meski saya dah pamit presiden ‘jangan lama-lama saya di BGN karena saya mau konsen untuk kesehatan saya’),” tulisnya.
Sehari setelah unggahan tersebut, Nanik menyampaikan bahwa dirinya pamit kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Nanik mengatakan dirinya mengundurkan diri sebagai Kepala BGN demi alasan kesehatan. Presiden Prabowo disebut telah menyetujui pengunduran diri tersebut.
Meski demikian, Nanik mengaku tetap diminta ikut mengawasi BGN. Ia menyebut kemungkinan akan dibentuk dewan pengawas dan dirinya berpeluang dipercaya menjadi ketua.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat,” tulis Nanik.
Ia menegaskan keputusannya menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena tidak mempercayai tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan second opinion.
“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” tulisnya.
Nanik sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya diberhentikan dari jabatan tersebut.
Di tengah pengunduran dirinya, Nanik menyatakan tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.



