JAKARTA – Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri memberikan sentilan keras kepada Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Sudaryono yang dinilai sering menuding pihak lain karena gaduhnya persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan bahwa kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah sesuatu yang sangat penting untuk memastikan pemerintahan saat ini berjalan dengan baik, termasuk dalam mengelola program prioritasnya.
“Selamat pagi Sudaryono. Ketahuilah, kritik terhadap pemerintah itu, bermanfaat bagi pemerintah untuk mencegah persoalan menjadi lebih besar. Dan ketahuilah, saya bukan robot,” kata Iman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).
Hal ini disampaikan Iman karena baru-baru ini muncul narasi Sudaryono yang mengatakan bahwa pihak-pihak yang mengritik dan menghujat pemerintahan Presiden Prabowo bukanlah manusia, melainkan robot-robot yang dioperasikan oleh oligarki dan koruptor yang tidak ingin pemerintahan Prabowo Subianto berjalan lanjut.
Iman adalah salah satu yang cukup sering menghujat dan mengritik pedas program MBG Prabowo. Menurutnya, yang kacau balau sebenarnya adalah tata kelola MBG yang seharusnya dibenahi secara serius.
Ketimbang menyalahkan pihak lain dan menuding mereka sebagai robot, Iman menyarankan agar Sudaryono fokus dan lebih serius membenahi MBG agar tidak memicu keracunan, penganggarannya pun lebih efektif dan efisien, serta tidak mengorbankan pihak lain untuk ambisi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Saran saya, jika tidak sanggup menghentikan racun MBG, bertanggung jawab atas masalah MBG, tidak perlu menyalahkan guru dan menyalahkan robot. Masalah itu ada di dalam, selesaikan,” pungkas Iman.
Dalam sebuah video yang beredar, Sudaryono kedapatan menyampaikan ujaran bahwa para penghujat Prabowo sebenarnya bukankah manusia, melainkan robot-robot yang dikendalikan pihak tertentu.
“Yang menghujat sebetulnya adalah orang. Apa yang dilakukan oleh Presiden kita ini sudah benar. Dan semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki-oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini,” ujar Sudaryono.



