BATANG, HOLOPIS.COM – Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, ratusan warga di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.
Peristiwa tersebut mendapat sorotan dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid. Ulama asal Malang Raya ini pun menyampaikan sindiran tajam terhadap pelaksanaan program MBG yang kembali dikaitkan dengan gangguan kesehatan penerima manfaat.
“Selamat atas kerja kerasnya Kepala BGN Sudaryono telah sering memberikan wisata gratis kepada anak-anak Indonesia untuk naik ambulance. Serta wisata religi bagi orangtua siswa untuk senantiasa istighfar,” kata Habib Syakur kepada Holopis.com, Kamis (24/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Habib Syakur sebagai kritik terhadap berulangnya kasus gangguan kesehatan yang terjadi setelah penerima manfaat mengonsumsi makanan MBG.
Kasus di Batang menjadi sorotan karena jumlah warga yang terdampak terus bertambah dalam waktu singkat. Berdasarkan pembaruan pada Rabu (23/9/2026) malam, jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan mencapai 287 orang.
Para korban berasal dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, MI, SMP hingga SMA dan pondok pesantren. Sejumlah orang tua juga mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak mereka.
Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah dan pusing. Para korban mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Bawang, RS Limpung, Puskesmas Subah dan RSUD Batang.
Pemerintah Kabupaten Batang masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Sampel makanan juga telah diambil untuk diperiksa di laboratorium.
Sebelumnya, pada Rabu malam, Wakil Bupati Batang Suyono menyebut jumlah korban mencapai 276 orang. Beberapa jam kemudian, pembaruan data menunjukkan jumlahnya meningkat menjadi 287 orang. Pemerintah daerah juga menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG Bawang sembari menunggu hasil pemeriksaan.
Sindiran soal Program MBG
Kritik Habib Syakur menyoroti persoalan yang lebih luas, yakni berulangnya gangguan kesehatan dalam pelaksanaan program MBG.



