HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rapor merah Kabinet Merah Putih kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka bikin geger! Bahlil Lahadalia menjadi menteri dengan skor terburuk.
Rapor kinerja Kabinet Merah Putih menjadi sorotan setelah hasil evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan rendahnya penilaian publik terhadap sejumlah pejabat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bahkan menempati posisi terbawah dalam pemeringkatan yang disusun Kabinet Bayangan bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Berdasarkan laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran, Bahlil memperoleh skor minus 159.
Nilai tersebut menjadi yang terendah di antara sejumlah menteri yang masuk dalam pemeringkatan.
Hasil ini menempatkan pengelolaan kinerja di sektor energi sebagai salah satu sorotan dalam evaluasi terhadap jajaran pemerintahan.
Bahlil bukan satu-satunya pejabat yang mendapat penilaian negatif.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyusul dengan skor minus 158, sedangkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperoleh minus 103.
Ketiganya menjadi kelompok menteri dengan nilai negatif paling mencolok dalam daftar tersebut.
Rapor merah itu menjadi perhatian karena para pejabat tersebut memegang tanggung jawab penting dalam pemerintahan.
Urusan energi, perlindungan hak asasi manusia, dan pengelolaan hutan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Ketika penilaian terhadap pejabat di sektor-sektor tersebut rendah, pemerintah menghadapi tantangan untuk menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan hasil.
Di sektor energi, misalnya, pemerintah masih dituntut mempercepat peralihan dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menuju energi yang lebih bersih.



