Adapun pemeringkatan menteri dalam laporan tersebut menggunakan penilaian terhadap 994 responden masyarakat umum.
Pengumpulan data masyarakat umum dilakukan melalui metode non-probability sampling menggunakan Meta Ads, kemudian diperkuat dengan pembobotan untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi acuan.
Sementara itu, responden ahli dipilih melalui metode snowball sampling, yaitu dengan meminta responden awal yang memenuhi kriteria untuk merekomendasikan ahli lain yang relevan.
Karena menggunakan metode nonprobabilitas, hasil survei perlu dibaca dengan mempertimbangkan cara pemilihan responden dan karakteristik sampelnya.
Nilai yang diperoleh tidak otomatis mewakili pandangan seluruh penduduk Indonesia.
Meski demikian, rapor merah tersebut menjadi pengingat bahwa kinerja pemerintah tidak cukup dinilai dari besarnya target atau banyaknya program yang diumumkan.
Masyarakat membutuhkan hasil yang bisa dirasakan, mulai dari pelayanan publik yang lebih baik hingga penyelesaian persoalan energi, pangan, lingkungan, dan kebutuhan dasar.



