HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10), disambut antusias para pekerja. Bagi mereka, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda resmi, tetapi momen yang sudah lama dinantikan.
Salah satunya Indah, 26 tahun, pekerja asal Toraja, Sulawesi Selatan. Ia mengaku senang ketika akhirnya bisa melihat langsung Presiden Prabowo datang ke tempatnya bekerja.
Indah mengatakan kehadiran Prabowo menjadi pengalaman yang berbeda bagi para pekerja di kawasan industri tersebut.
“Antusiasnya sangat senang, bahagia Bapak Presiden bisa datang. Memang yang ditunggu-tunggu itu Presiden bisa datang. Akhirnya bisa datang juga, meluangkan waktu untuk hadir ke sini,” ujar Indah dalam acara Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Kawasan Industri Weda Bay, Kamis (8/10).
Kedatangan Presiden juga membuat suasana di lingkungan perusahaan berubah. Berbagai persiapan dilakukan agar agenda kunjungan dapat berjalan lancar.
Menurut Indah, persiapan bahkan sudah dilakukan jauh-jauh hari.
“Persiapannya pasti banyak untuk mempersiapkan semuanya, apalagi waktu untuk semuanya juga kita mempersiapkannya secara matang. HR Event juga mempersiapkan segala kegiatan supaya bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Titip Harapan untuk Industri
Bagi Indah, kehadiran Presiden secara langsung juga menjadi tanda perhatian terhadap perkembangan kawasan industri dan para pekerja di dalamnya.
Namun, ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah seremoni.
Indah ingin pemerintah dan pihak terkait terus memperhatikan perkembangan produksi sekaligus kondisi lingkungan perusahaan.
Ia bahkan berharap Prabowo bisa kembali berkunjung ke kawasan tersebut pada kesempatan lain.
“Terus bisa berkunjung setiap saat ke sini untuk memantau juga produksi, lingkungan perusahaan ini. Terus bisa mengembangkan perusahaan ini lagi supaya bisa menampung lebih banyak karyawan lagi, terus bisa menyejahterakan karyawan juga,” ucapnya.
Harapan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan para pekerja di kawasan industri. Semakin berkembangnya perusahaan, menurut Indah, diharapkan ikut membuka lebih banyak kesempatan kerja.
Antusiasme juga dirasakan Mega, 25 tahun, pekerja asal Kalimantan Barat.



