HOLOPIS,COM, JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum pemerintah mengevaluasi peran APBN dalam menjaga ekonomi sekaligus melindungi masyarakat. Pemerintah menegaskan anggaran negara bukan sekadar soal angka, tetapi harus terasa manfaatnya bagi rakyat.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan APBN selama dua tahun pemerintahan Prabowo diarahkan untuk menjaga stabilitas fiskal, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Suahasil dalam keterangan resmi, Kamis (8/10).
Menurut Suahasil, arah kebijakan APBN terlihat dari berbagai program prioritas pemerintah, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga penguatan produktivitas masyarakat.
Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga 31 Agustus 2026, program tersebut disebut telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat.
Pemerintah juga memperluas sejumlah program pendidikan lain, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Selain itu, terdapat program revitalisasi sekolah dan madrasah serta digitalisasi pembelajaran.
Di sektor kesehatan, dukungan APBN juga diarahkan untuk memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program tersebut telah menjangkau 70,3 juta penduduk pada 2025 dan mencapai 99,1 juta penduduk hingga September 2026.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas RSUD lengkap di berbagai daerah.
APBN Tak Sekadar Angka
Suahasil menegaskan, besarnya anggaran negara tidak akan berarti jika tidak memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
“Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo, pemerintah pun masih menempatkan APBN sebagai salah satu instrumen utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi.
Targetnya cukup tinggi, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027.
APBN 2027 Rp4.106 Triliun
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah dalam APBN 2027 menganggarkan belanja negara sebesar Rp4.106,3 triliun.



