HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bahlil Lahadalia kini memimpin Kemenko Hilirisasi dan Energi. Tapi jangan salah, tugas barunya ternyata jauh lebih luas dari sekadar urusan tambang.
Bahlil Lahadalia kini memegang tugas yang jauh lebih lebar dari sekadar mengurusi tambang dan energi.
Presiden Prabowo Subianto memberi Bahlil mandat baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dalam reshuffle kabinet, Kamis (1/10/2026).
Yang bikin posisi ini menarik, Bahlil tidak meninggalkan kursinya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ia kini merangkap dua jabatan sekaligus, satu posisi menangani sektor teknis energi dan sumber daya mineral.
Sementara posisi lainnya bertugas mengoordinasikan agenda besar lintas kementerian.
Lantas, apa saja pekerjaan besar yang kini harus dikawal Bahlil?
Begitu mendengar kata hilirisasi, nama nikel, smelter, dan tambang biasanya langsung muncul di kepala, padahal cakupannya lebih luas.
Hilirisasi merupakan proses meningkatkan nilai tambah bahan baku dengan melakukan pengolahan lebih lanjut di dalam negeri.
Jadi, Indonesia tak sekadar mengeluarkan bahan mentah dari perut bumi atau hasil produksi dari sektor primer, kemudian menjualnya begitu saja.
Ada target agar lebih banyak proses pengolahan dilakukan di dalam negeri.
Dari sinilah agenda hilirisasi bisa merambah banyak sektor, termasuk industri, investasi, pertanian, perikanan, energi, dan komoditas strategis lainnya.
Proyek hilirisasi biasanya melibatkan banyak kepentingan sekaligus.



