Meskipun harga minyak mulai turun, rata-rata harga minyak masih berada di sekitar US$83 per barel, lebih tinggi dibanding asumsi APBN yang menetapkan harga minyak sekitar US$70 per barel.
Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak melemah dengan rentang Rp17.890 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal, rupiah berisiko menguji level Rp17.980 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Jika tekanan berlanjut dan level Rp18.100 berhasil ditembus, rupiah berpeluang melanjutkan pelemahan menuju Rp18.200 per dolar AS dalam tren jangka menengah.
Sebaliknya, peluang penguatan masih terbuka jika sentimen pasar membaik.
Namun, ruang penguatan diperkirakan terbatas dengan resistance terdekat di sekitar Rp17.900 per dolar AS.
Dengan mundurnya Perry Warjiyo, pasar kini menanti bagaimana arah kebijakan BI berikutnya.
Di tengah tekanan global dan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi nasional, perubahan kepemimpinan bank sentral menjadi tantangan baru bagi rupiah yang masih rentan terhadap gejolak eksternal.



