HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memanfaatkan platform permainan digital Roblox untuk memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah kepada generasi muda. Melalui dunia virtual interaktif, pengguna dapat mengikuti berbagai permainan sekaligus mengenal konsep ekonomi syariah.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, pendekatan digital menjadi salah satu upaya untuk menjangkau berbagai kelompok usia, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi.
“Anak-anak kecil sekarang juga, atau anak-anak muda pasti tahu, Roblox itu kan permainan game, tapi dia bisa menjadi educated juga, kalau kita bisa memanfaatkannya secara baik,” ujar Destry dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, dikutip Holopis.com, Rabu (14/10).
Berdasarkan informasi pada laman resmi ISEF, program Roblox World ini menghadirkan lingkungan virtual yang memungkinkan pengguna menjelajahi pulau dan mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari berlari di lintasan, mencari kapsul pengetahuan, menaiki menara, hingga bersepeda mengelilingi pulau.
Setiap aktivitas terhubung dengan sistem poin. Pengguna dapat mengumpulkan poin dan bersaing dalam papan peringkat mingguan. Melalui mekanisme tersebut, mereka diajak menemukan pengetahuan mengenai ekonomi dan keuangan syariah sambil bermain.
BI Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Literasi Syariah
Selain melalui permainan Roblox, BI menghadirkan kompetisi Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH). Kompetisi ini menjadi wadah bagi talenta kreatif untuk menyampaikan nilai-nilai ekonomi syariah melalui karya video dan animasi.
Kedua pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya BI memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas jangkauan edukasi ekonomi syariah.
“Jadi kita memanfaatkan teknologi yang memang sekarang sangat berkembang, dan bisa kita gunakan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah,” imbuh Destry.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi tersebut sejalan dengan upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan melalui sinergi dan transformasi digital.
Penggunaan media interaktif dan karya kreatif diharapkan dapat membantu generasi muda mengenal ekonomi syariah melalui format yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
BI Perkuat Kolaborasi Pelaku Usaha dan Investor
Di sisi lain, BI juga mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pembeli, dan investor. Salah satu upayanya dilakukan dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan ekonomi syariah berdekatan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di kawasan BSD, Tangerang.
Destry mengatakan, penyelarasan waktu penyelenggaraan kedua kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan pelaku usaha dan investor dari berbagai sektor agar dapat membuka peluang kerja sama.
“Jadi kita mengadakannya back to back dengan Trade Expo, yang saat ini juga berlangsung di daerah BSD. Kenapa? Karena kita ingin crowd-nya itu kurang lebih sama. Dan dari sana ada buyer, ada investor, sini juga ada buyer dan investor, sehingga mereka bisa saling berinteraksi. Dan ini tentu akan memberikan impact yang lebih besar,” kata Destry.
Melalui kolaborasi tersebut, BI berharap interaksi antarpelaku usaha dapat memperluas peluang kemitraan dan akses pasar. Upaya ini sekaligus mendukung pengembangan industri halal dan meningkatkan daya saing ekonomi syariah Indonesia.



