KARO, HOLOPIS.COM – Hasil uji lab mengungkap tiga bakteri mencemari makanan MBG di Berastagi hingga menyebabkan 361 siswa keracunan.
Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memasuki babak baru.
Hasil uji laboratorium mengungkap adanya tiga jenis bakteri pada sejumlah makanan MBG yang telah disajikan kepada siswa.
Kasus ini sebelumnya membuat 361 anak sekolah mengalami gangguan kesehatan.
Temuan tersebut semakin membuat situasi memanas karena bakteri ditemukan pada sampel makanan yang sudah berada di sekolah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dengan nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026, terdapat tiga jenis bakteri yang terdeteksi dalam sampel makanan dari sekolah.
Sampel nasi dinyatakan positif mengandung Bacillus cereus.
Kemudian, sampel ikan dencis dengan saus positif ditemukan Staphylococcus aureus.
Sementara sampel buah melon terdeteksi mengandung Escherichia coli atau E. coli.
Temuan ini menjadi sorotan karena pemeriksaan juga menemukan Staphylococcus aureus pada sampel sisa muntahan salah satu korban bernama Mutiara.
Meski demikian, pemeriksaan terhadap parameter kapang dan khamir masih berlangsung.
Pengujian tersebut membutuhkan waktu sekitar lima sampai tujuh hari sehingga hasil lengkapnya masih ditunggu.
Ada fakta lain yang tak kalah bikin publik bertanya-tanya.



