JAKARTA – Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Rabu (2/7) menegaskan kembali bahwa kelompok Lebanon tersebut tidak akan melucuti senjatanya, dengan dalih adanya ancaman nyata dan strategis dari Israel. Berbicara dalam acara Dewan Ashura di pinggiran selatan Beirut, Qassem mengatakan, mereka tidak akan menyerahkan hak untuk menggunakan senjata yang menghadapi Israel.
“Senjata kami digunakan untuk menghadapi Israel, dan kami tidak akan pernah menyerahkan hak ini,” kata Qassem, dikutip Holopis.com, Kamis (3/7).
Pernyataan Qassem, yang disiarkan oleh saluran televisi al-Manar, muncul di tengah seruan agar Lebanon memperkuat kontrol negara atas semua kelompok bersenjata di wilayahnya.
Hizbullah bersikeras bahwa senjatanya sangat penting untuk mempertahankan Lebanon dari potensi agresi Israel. Qassem menekankan bahwa Israel adalah ancaman yang nyata tak hanya untuk Palestina namun juga Lebanon.
“Israel adalah ancaman nyata dan strategis, tidak hanya untuk Palestina dan Lebanon, tetapi untuk seluruh kawasan,” kata Qassem dalam pidatonya.
“Kami adalah partai perlawanan. Tugas kami adalah melawan dan menghadapi,” lanjutnya.
Qassem juga menampik campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Lebanon, dengan mengatakan, bahwa ini adalah urusan internal saja.
“Masalah seperti senjata adalah urusan internal yang harus diselesaikan di antara warga Lebanon. Israel tidak berhak campur tangan, mengawasi, atau memantau dialog nasional kami,” pungkas Qassem.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...