HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman bersama Menteri Dalam Negeri, Imigrasi dan Kewarganegaraan, Keamanan Siber, dan Kesenian Australia, Tony Burke, memimpin Pertemuan ke-12 Indonesia–Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pertemuan tersebut menghasilkan Pernyataan Bersama atau Joint Communiqué yang memuat enam bidang prioritas kerja sama, yakni kemitraan strategis, keamanan maritim, penanggulangan terorisme, pemberantasan kejahatan lintas negara, keamanan perbatasan, dan keamanan siber.
Dudung mengatakan kerja sama kedua negara perlu menghasilkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas kawasan dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman keamanan.
“Indonesia dan Australia memiliki kepentingan bersama untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan kerja sama kedua negara menghasilkan langkah nyata, terutama dalam menjaga keamanan maritim, memberantas kejahatan lintas negara, menanggulangi terorisme, dan menghadapi ancaman siber. Kerja sama ini harus memberikan manfaat langsung bagi keamanan dan keselamatan masyarakat kedua negara,” kata Dudung.
Penguatan kemitraan tersebut juga merujuk pada Australia–Indonesia Treaty on Common Security atau Jakarta Treaty yang ditandatangani pada Februari 2026.
Perkuat Keamanan Maritim
Dalam bidang keamanan maritim, Indonesia dan Australia berkomitmen meningkatkan patroli terkoordinasi, pengawasan perikanan, serta penindakan terhadap penyelundupan manusia dan penangkapan ikan ilegal.
Kerja sama itu mencakup kelanjutan Operasi GANNET, JAWLINE-ARAFURA, dan HORIZON WATCH. Kedua negara juga akan memperkuat kapasitas Badan Keamanan Laut (Bakamla), termasuk melalui dukungan pesawat nirawak atau drone dan pelatihan personel.
Koordinasi Bakamla dengan Australian Border Force (ABF) juga akan diperkuat. Selain itu, kedua negara mendorong peningkatan ketahanan masyarakat pesisir melalui program Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala).
Perkuat Penanggulangan Terorisme dan Kejahatan Lintas Negara
Pada bidang penanggulangan terorisme, kerja sama akan difokuskan pada pertukaran informasi intelijen, peningkatan kapasitas aparat, pencegahan pendanaan terorisme, serta penanganan radikalisasi di ruang digital, terutama yang menyasar anak-anak dan generasi muda.
Indonesia dan Australia juga berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi dan reintegrasi bagi individu yang terkait dengan kelompok teroris.
Sementara itu, pemberantasan kejahatan lintas negara akan mencakup penanganan perdagangan orang, penyelundupan manusia, peredaran gelap narkotika, dan sindikat penipuan daring atau online scam.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...