HOLOPIS.COM, PEMALANG – Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengajak Denny Sumargo dan para influencer ikut mengangkat kasus meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa SDN 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang.
Doli mengatakan kasus yang menimpa Aqib merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian publik. Menurutnya, keterlibatan figur publik dan influencer diperlukan untuk mendorong pengusutan kasus secara terbuka serta memastikan keluarga korban mendapatkan keadilan.
“Saya berharap kepada saudara Denny Sumargo dan para influencer semuanya, saya kira mari kita sama-sama angkat isu ini, karena masalah ini masalah yang sangat serius,” kata Doli usai mengunjungi SDN 01 Kebondalem dan bertemu dengan orang tua almarhum Aqib.
Doli bahkan menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.
“Kalau kita biarkan akan mengancam masa depan Indonesia. Mari kita angkat, kita dorong masalah ini dan kita perjuangkan sama-sama,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke SDN 01 Kebondalem, Doli melihat ruang kelas yang digunakan Aqib, termasuk buku-buku tulis dan gambar milik korban. Ia juga mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian serta bertemu dengan guru dan kepala sekolah.
“Alhamdulillah saya berkesempatan datang ke SDN 01 Kebondalem ya Pemalang. Dan ini salah satu SD unggulan sebetulnya. Ini yang mengejutkan kita, SD unggulan saja ada korban yang seperti ini,” kata Doli.
Dari kunjungan tersebut, Doli mengaku mendapatkan banyak informasi dan pelajaran terkait kasus yang menimpa Aqib. Ia mengatakan kedatangannya ke Pemalang merupakan bagian dari upaya untuk mencari dan menemukan keadilan bagi keluarga korban.
Doli kemudian menyampaikan tiga hal yang menurutnya menjadi kunci dalam penanganan kasus tersebut.
Pertama, kasus harus dibuka seterbuka-terbukanya dan tidak boleh ada informasi yang ditutup-tutupi. Hal ini dinilai penting karena masih terdapat informasi yang simpang siur mengenai peristiwa yang menimpa Aqib.
“Kasus ini harus dibuka seterbuka-terbukanya, jangan ada yang ditutup-tutupi, karena ada informasi yang simpang siur nih antara pelakunya cuma dua orang, tiga orang. CCTV yang katanya sampai sekarang rusak,” ujarnya.
Kedua, Doli meminta kasus tersebut diselesaikan secara adil. Ia mengatakan pihak keluarga tentu mengharapkan kejelasan serta keadilan atas peristiwa yang menimpa anak mereka.
“Kasusnya harus diselesaikan secara seadil-adilnya. Tentu pihak keluarga minta keadilan,” katanya.



