Ken Setiawan Wanti-wanti Ancaman Radikalisme Sasar Anak di Ruang Digital

1 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

LAMPUNG – Pendiri NII Crisis Center sekaligus Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung, Ken Setiawan, mengingatkan ancaman radikalisme dan ekstremisme yang kini semakin mudah menyasar anak-anak dan remaja melalui ruang digital.

Menurut Ken, perkembangan teknologi membuat pola penyebaran paham ekstrem mengalami perubahan. Jika sebelumnya propaganda dan doktrin lebih banyak dilakukan melalui pertemuan langsung, kini anak-anak dapat menemukan berbagai konten dan komunitas yang mengarah pada ekstremisme hanya melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ken saat menjadi pembicara dalam Roadshow Diskusi Kebangsaan yang digelar Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi dalam rangka refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa, guru, dan wali murid tersebut digelar di lingkungan lembaga pendidikan MTs dan SMA Assyifa. Forum tersebut bekerja sama dengan Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Lampung.

Ken yang memiliki pengalaman pernah terpapar doktrin radikal kemudian membagikan pengalamannya kepada para peserta sekaligus mengajak lingkungan pendidikan dan keluarga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan ekstremisme.

Ketua Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi, Ahmad Syarmin, mengatakan kehadiran Ken diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai bahaya doktrin radikal.

“Roadshow Ngaji Kebangsaan ini diikuti seluruh dewan guru, ratusan siswa dan siswi MTs serta SMA Assyifa, serta wali murid,” kata Ahmad.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan unsur sekolah dan keluarga. Pihak yayasan juga mengajak aparat keamanan untuk membangun sistem pencegahan secara bersama-sama.

“Kami juga mengundang aparat setempat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai bentuk sinergitas antara pihak yayasan, wali murid, dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan dini,” ujarnya.

Ken Bagikan Pengalaman Pernah Terpapar Doktrin Radikal

Ahmad mengatakan, pemilihan Ken sebagai narasumber juga berkaitan dengan pengalaman pribadinya yang pernah berada dalam lingkungan doktrin radikal sebelum akhirnya meninggalkan paham tersebut.

“Kami sengaja mengundang Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, yang juga Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung. Beliau itu juga mantan pelaku yang telah insyaf, yang dapat membagikan pengalaman nyata saat terpapar doktrin radikal hingga akhirnya tersadar dan berubah menjadi moderat,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, pengalaman tersebut dinilai penting untuk disampaikan kepada anak-anak agar mereka memahami bagaimana proses paparan dan doktrinasi dapat terjadi serta bagaimana seseorang dapat keluar dari lingkungan tersebut.

Ia menyebut fenomena keterpaparan anak terhadap paham ekstrem masih menjadi perhatian serius. Ahmad mengungkapkan adanya 112 anak yang disebut telah terverifikasi terpapar paham radikalisme dan diamankan aparat karena diduga terlibat jaringan terorisme di sejumlah daerah, termasuk Lampung.

Ia juga menyoroti kasus 70 anak berusia 11-18 tahun yang disebut diamankan aparat karena terafiliasi dengan True Crime Community (TCC).

Ruang Digital Jadi Medan Baru Propaganda

Sementara itu, Ketua PGNI Lampung Ustaz Mas Amiruddin mengatakan pencegahan ekstremisme harus mengikuti perkembangan pola komunikasi anak dan remaja.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU