Maulida Kesuma, Siswi Kelas 1 SD Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’

1 Shares

LAMPUNG – Sinema edukasi bertajuk Ageman yang dijadwalkan tayang perdana pada 1 Oktober 2026 mendatang terus menyedot perhatian.

Pasalnya, film garapan sutradara Jasper Lance Piscasio dan produser Ken Setiawan ini tidak hanya menggaet jajaran pejabat Pemprov Lampung seperti Ibu Gubernur Purnama Wulan Sari Mirza dan Ibu Sekda Agnesia Bulan Rurianti tetapi juga menghadirkan talenta cilik yang menggemaskan.

Dia adalah Maulida Kesuma, bocah berusia enam tahun yang kini masih duduk di bangku kelas 1 SDN Perumnas Way Halim, Bandar Lampung

Sosok Maulida sendiri sebenarnya tak asing di ruang publik. Punya nama bermakna unik karena lahir pada 12 Rabiul Awal (bulan Maulid) dan Kesuma adalah kelahiran Sumatra.

Maulida sempat viral berkat kemampuannya merancang (developer) hingga membuat game coding 3D sendiri sejak masih di bangku TK.

Darah kreatif tersebut mengalir erat dari sang kakak, Fitria Khasanah, seorang developer game nasional yang kini mengenyam pendidikan di SMP Gajah Mada Bandar Lampung.

Kedua bersaudara ini merupakan putri dari pasangan orang tua mantan aktivis NII yang telah insyaf dan kembali setia ke pangkuan NKRI.

Dalam film Ageman, Maulida memerankan karakter Ratri kecil.

Di satu sisi, ia tampil polos belajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sambil melemparkan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada ustadzahnya.

Namun di sisi lain, Maulida harus melakoni adegan emosional yang cukup berat, seperti menangis ketakutan di pojok kamar akibat trauma mendengarkan perdebatan agama orang tuanya, hingga akhirnya perlahan terseret menjadi pribadi yang intoleran.

Keterlibatan aktris cilik hingga jajaran tokoh lintas elemen dalam film ini mendapat apresiasi tinggi dari Eksekutif Produser Ageman sekaligus Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada.

“Film ini ramah ditonton oleh semua umur dan sangat layak disaksikan masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan serta saling menghargai di tengah perbedaan.

Harapannya, Indonesia tetap damai tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” tegas Firsada.

1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU