Gubernur Lampung Harap Film ‘Ageman’ Jadi Media Edukasi Toleransi dan Budaya Lokal

1 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Film Ageman, karya visual hasil talenta lokal Lampung, dinilai sangat strategis oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yakni dalam rangka upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi beragama serta menghargai keragaman budaya di Indonesia.

Di tengah kesibukannya, Gubernur Lampung menyempatkan bertemu dengan Kru dan Talent Film Ageman. Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Sutradara Jasper Lance, Produser Ken Setiawan dan Eksekutif Produser M Firsada serta Kru dan Talent Film Ageman

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani juga membuat video dukungan yang menegaskan bahwa film Ageman sangat penting dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan menjaga harmoni antar umat beragama sekaligus melestarikan kekayaan kultur lokal yang menjadi ciri khas Indonesia.

Sutradara film Ageman Jasper Lance menjelaskan bahwa secara makna, istilah Ageman diambil dari gabungan tiga bahasa daerah, yakni Jawa, Sunda, dan Bali.

Kata tersebut berarti pakaian, pedoman, atau keyakinan agama, yang menggambarkan identitas lahiriah yang melaekat pada diri manusia.

Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa perbedaan dalam identitas tersebut seharusnya menjadi sarana saling melengkapi dan mengenal, bukan menjadi alasan untuk menimbulkan kebencian atau perpecahan di tengah masyarakat.

Film Ageman mengangkat kisah inspiratif tentang Ken Setiawan, seorang mantan aktivis radikal yang kini telah insyaf.

Ia mendedikasikan hidupnya untuk menyuarakan pentingnya moderasi beragama dan mengampanyekan pencegahan intoleransi, radikalisme, serta terorisme di tengah masyarakat.

Melalui perjalanan hidup Ken Setiawan, film ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang menyentuh dan memberikan pemahaman mendalam bagi semua kalangan.

Gubernur Lampung menegaskan bahwa film Ageman sangat penting dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan menjaga harmoni antar umat beragama sekaligus melestarikan kekayaan kultur lokal yang menjadi ciri khas Indonesia.

Sementara itu, Eksekutif Produser Film Ageman sekaligus Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, berharap pesan inklusif dalam film ini dapat mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat.

“Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai di tengah perbedaan.

Harapannya, Indonesia tetap damai dan kondusif tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” pungkas Firsada.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU